Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Warga Dusun Petung Desa Piton Kembangkan Budidaya Lebah Madu Klanceng

2 min read

INTIPOS | PACITAN –  Pacitan merupakan wilayah yang mayoritas banyak batu karst dan goa serta hutan rakyat, di tempat seperti itu banyak bersarang lebah kerdil atau yang biasa di sebut tawon Klanceng. Tawon tersebut memiliki madu yang banyak dicari orang-orang sebagai penambah stamina dan daya tahan tubuh.

Seperti yang di lakukan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Yasa I, warga Dusun Petung, Desa Piton, Kecamatan Punung yang sedang gencar membudidaya madu Lanceng atau Klanceng (Trigona Spp) yang memiliki ciri khas tersendiri. Jika biasanya madu berasa manis, madu klanceng justru terasa agak masam.

Hal tersebut menarik perhatian Bupati Pacitan Indartato dan membuktikan langsung Budidaya madu Lanceng KPH Wana Yasa tersebut. Tidak hanya menyaksikan dari dekat. Orang nomor satu di Pacitan itu mencicipi segar dan nikmatnya madu Lanceng.

Baca Juga  54 Siswa Baru SD Negeri 2 Sungai Kakap Mengikuti MPLS

“Madunya luar biasa seger dan berkhasiat,”ujar Bupati saat melihat langsung tempat budidaya lebah Klanceng, Sabtu (15/08/2020) lalu.

Bupati berharap upaya kelompok petani hutan yang berjumlah 36 orang ini dapat berkembang. Sehingga, dapat menjadi sumber pendapatan lain masyarakat selain menggarap lahan.

baca juga : Remisi 449 Napi, 54 Bebas Diberikan Kalapas Banyuasin

“Saya sangat bangga dengan keberhasilan budidaya lebah klanceng terlebih ada ketertarikan dari generasi muda,”tambah Pak In sapaan akrab Bupati.

Selama ada upaya dan kerjasama pasti harapan menjadi kenyataan, apalagi pemuda Dusun Petung tengah bersemangat dalam membudidaya klanceng tersebut. Walau terlambat, Pemkab akan mengupayakan harapan para petani hutan itu melalui angaran APBD tahun depan.

Baca Juga  Komandan Brimob Bone Beri Ucapan Selamat Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64, Ini Harapannya

“Dari rasanya sangat luar biasa, dan bermanfaat untuk daya tahan tubuh, sehingga bisa untuk penangkal Corona,”tandasnya.

Secara terpisah Ketua Kelompok Tani Hutan Tumino mengatakan, Dengan memanfaatkan potensi nektar alam yang melimpah, KPH dengan 36 anggota itu memulai budidaya lebah Lanceng 3 bulan lalu. Dan hasilnya pun cukup menjanjikan.

” Kita sudah mulai membudidaya klanceng sejak 3 bulan lalu dan sudah terlihat hasilnya, Namun kendala yang sangat sulit adalah tidak banyaknya bungga dinwilayah piton sehingga produktivitas Lebah Klanceng melambat,”jelas pria yang juga sebagai Kepala Dusun Petung tersebut.

“Kami ingin ada bantuan dari pemerintah daerah juga kepada Cabang Dinas Kehutanan Pacitan sebagai induk dari KTH Wana Yasa I untuk bisa mencari solusi terkait penanaman bunga agar produktivitas lanceng bisa cepat,”pungkasnya.(tyo)