INTIPOS.COM | BANYUASIN – Usai menelusuri jalan sepanjang kurang dari 10 Km yang menghubungkan Desa Sedang – Desa Rimba Terap dalam Kecamatan Suak Tapeh dan Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin 3 Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Dalam perbincanganya para tokoh masyarakat dari tiga Desa itu dengan awak media ini pada Kamis (3/9/2020). mereka mengatakan belum merasa dan menikmati kemerdekaan setelah Kabupaten Banyuasin resmi berpisah dengan Kabupaten induk Musi Banyuasin sejak 18 tahun lalu, ucap Noerdin Azis Tokoh muda asal Desa Rimba Terap ketika itu.

Noerdin mengungkapkan, yang statusnya jalan Kabupaten itu yang kita telusuri sepanjang kurang 10 km ini mulai dari Kelurahan Seteio Kecamatan Banyuasin 3 itu hingga Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh itu dibangun sekitar 30 tahun yang lalu ada pembangunan bahkan diaspal sejak Desa-Desa itu masih dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebelum pemekaran Kabupaten tahun 2002 dan hibgga saat ini blas sama sekali terpentuh dari Penkab Banyuasin.
Salah satu ruas jalan sepanjang 10 KM yang belum pernah tersentuh oleh pengaspalan
Menurutnya, jika masyarakat didalam Desa itu mengatakan belum menikmati kemerdekaan selama 18 tahun ini, itu hal yang wajar. Jalan ini kalau musim kemarau semacam saat ini dikeluhkan karena bersebu, saat datang musin hujan kondisi jalan berlumpur dan dimanfaatkan para pelaku aksi kriminal begal, todong dan lain sebagainya, sambung Ahmad Roni Tokoh masyarakat Kelurahan Seterio yang turut serta turun kelokasi.
Dikatakan Ahmad Roni, kita ini sudah dipimpin oleh Bupati 4 periode berjalan dan punya wakil rakyat di DPRD baik di Pusat, Provinsi dan Kabupaten Banyuasin ini jumlahnya sudah banyak, tetapi belum pernah ada yang memikirkan nasib kehidupan masyarakat yang setiap harinya melintas diruas jalan kabupaten itu.
Roni menjelaskan, benar dikatan rekan itu kalau jalan itu ada pembangunan dan di aspal, tetapi masih dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dulu dan sampai sekarang ada dibangun dari Pemkab Banyuasin jalan cor beton tak lebih 300 meter saja dari Simpang Jalan Negara hanya sampai depan kantor Kelurahan Seterio saja sekitar 3 tahun lalu pun saat ini mulai mengelupas juga.
Untuk itu para tokoh masyarakat itu berharap baik kepada Bupati Banyuasin H Askolani segera mungkin melakukan penelusuran jalan itu termasuk para anggota wakil rakyat baik itu dari Daerah Pemilihan atau dari Komisi yang terkait supaya terbuka hati dan pikiranya bahwa suara masyarakat disana itu juga turut yang mengantarkan dirinya menjadi pejabat baik di Kabupaten, Provinsi dan di Pusat, jangan malah mati rasa.
“Jadi apa para anggota wakil rakyat setiap tahun dilakukan reses yang diserap dari pokok pikiran rakyat (Pokir) selama ini, sudah 4 periode berjalan ganti Bupati dan wakil rakyat kok tidak perkembanganya, kok malah jadi Desa tertinggal, jadi kapan terwujudnya semboyan Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera itu, apa hanya sekedar slogan saja”, ucap mereka sembari berkata mengaku kecewa.
Sementara, hingga berita ini ditayangkan, baik kepada Bupati Banyuasin melalui Dinas terkait termasuk para anggota wakil rakyat Banyuasin belum ada yang diminta konfirmasinya.(bara/waluyo)