Dugaan BBM Subsidi dan Elpiji 3 Kg Dijual Sistem Langganan, Warga Soroti SPBU-N Watu Bone
2 min read
Bone | Intipos.com – Dugaan persoalan distribusi BBM subsidi dan gas elpiji 3 kilogram di SPBU-N 78.92703 Desa Watu, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendapat sorotan masyarakat setempat, Minggu (23/8/2026).
Informasi yang dihimpun media menyebutkan, pendistribusian BBM subsidi dan elpiji 3 kilogram di SPBU-N tersebut diduga menerapkan sistem langganan. Kondisi itu disebut membuat masyarakat setempat kesulitan memperoleh BBM subsidi maupun elpiji 3 kilogram.
Wakil Ketua DPRD Bone, Indra Jaya, membenarkan adanya keluhan tersebut. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Indra bersama personel Polsek Barebbo turun langsung ke SPBU-N.
“Itu saya turun bersama personel Polsek, karena saya mendapat informasi ibu-ibu protes persoalan elpiji 3 kg,” kata Indra.
Menurut Indra, keluhan masyarakat setempat terkait distribusi BBM dan elpiji tersebut bukan persoalan baru. Berdasarkan keterangan Kapolsek Barebbo yang diterimanya, laporan masyarakat bahkan telah masuk ke Polsek sejak pekan lalu.
Persoalan itu, kata Indra, bermula dari antrean BBM jenis Pertalite. Saat itu, warga mengaku baru beberapa sepeda motor yang mengisi BBM, namun petugas menyebut stok telah habis.
“Mulai dari itu sehingga banyak masyarakat mengamuk-ngamuk, menendang jerigen di situ. Setelah saya telusuri, orang luar yang banyak ambil,” ujarnya.
Indra mengatakan, personel Polsek Barebbo sempat mempertanyakan kepada admin SPBU-N mengenai alasan masyarakat dari luar wilayah dapat memperoleh BBM.
“Tadi sempat anggota Polsek menanyakan kepada adminnya, ‘Kenapa orang luar dikasi?'” kata Indra menirukan pertanyaan tersebut.
Menurut Indra, admin SPBN kemudian menjawab, “Susah karena di luar itu langgananku.”
Keluhan serupa juga disampaikan seorang warga setempat yang baru-baru ini dimintai tanggapan. Ia mengaku tidak dapat memperoleh solar di SPBU-N tersebut dan terpaksa mendapatkan BBM dari luar.
Indra kembali membenarkan adanya kondisi tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, BBM subsidi di SPBN tersebut justru disebut tidak banyak digunakan oleh masyarakat setempat.
“Memang tidak ada dipakai sama masyarakat di situ,” kata Indra.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) Desa Watu belum memberikan keterangan atau klarifikasi terkait dugaan sistem langganan dalam pendistribusian BBM subsidi dan elpiji 3 kilogram tersebut.
(RS-intipos)

