Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Diduga Ada Permainan Distribusi Solar Subsidi di Barebbo, Nelayan Mengaku Kesulitan BBM

2 min read

Ilustrasi

Bone | Intipos.com – Dugaan praktik penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar mencuat di wilayah SPBN Watu, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (6/04/2026).

Sejumlah nelayan yang berdomisili di Desa Watu dan Desa Kading, Kecamatan Barebbo mengaku kesulitan memperoleh solar subsidi dalam beberapa waktu terakhir. Mereka menilai distribusi BBM tidak tepat sasaran dan diduga telah dikuasai oleh pihak tertentu.

“Setiap kali BBM jenis solar masuk, kami justru kesulitan mendapatkannya. Seolah-olah sudah ada yang memesan terlebih dahulu,” ungkap salah satu nelayan yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan informasi yang di himpun, solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, khususnya nelayan, diduga lebih banyak disalurkan kepada pihak luar Kecamatan Barebbo. Hal ini memunculkan dugaan adanya praktik kerja sama antara oknum pengelola SPBN dengan pihak pengusaha.

Baca Juga  Tangani Kasus Viral Secara Humanis, Polres Langkat Raih Penghargaan Komnas PA

Sumber warga menyebutkan adanya seorang pengusaha berinisial UG yang disebut-sebut rutin mengambil solar dalam jumlah besar setiap kali pasokan masuk. Bahkan, dalam satu kali pengiriman, jumlah yang diambil diperkirakan mencapai sekitar 3 ton.

Selain itu, muncul pula dugaan keterlibatan oknum berinisial RL serta berinisial AU, yang disebut memiliki kedekatan dengan operasional di SPBN tersebut.

Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, sosok berinisial UG tersebut diduga memiliki peran dalam pendanaan operasional tertentu, sehingga setiap pasokan solar yang masuk disebut harus dialokasikan kepadanya sekitar 80 hingga 90 jeriken per hari.

Baca Juga  Bersatu Lawan Narkoba, Lapas Lubuk Pakam Hadiri Rakor Strategis P4GN

Para nelayan berharap pihak berwenang, termasuk aparat penegak hukum dan instansi terkait, segera turun tangan untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan praktik tersebut. Mereka meminta agar distribusi BBM subsidi dapat kembali tepat sasaran sesuai peruntukannya.

Pihak media intipos.com menyatakan membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sebagai bentuk perimbangan dan keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBN maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut.

(Rustan)