Bus Transmetro Deli

INTIPOS | MEDAN – Komitmen 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan prinsip perilaku baru sesuai protokol kesehatan konsisten diberlakukan pada uji coba Bus Transmetro Deli di Medan Propinsi Sumatera Utara.

Pantauan wartawan intipos.com, Minggu (22/11/20) Bus Transmetro Deli yang mulai beroperasi uji coba sejak pekan lalu ini secara ketat menerapkan prinsip 3M dan protokol kesehatan secara persuasif dan edukatif.

Layanan transportasi umum kota yang merupakan kerjasama Pemerintah Kota Medan dengan Kementerian Perhubungan RI selama uji coba melayani masyarakat secara gratis hingga akhir Desember 2020.

Protokol kesehatan diterapkan secara kosekuen dan semua orang yang berada dalam bus diharuskan memakai masker, baik pengemudi, crew dan penumpang semuanya harus memakai masker.

Posisi tempat duduk penumpang juga diatur jaraknya sedemikian rupa sesuai protokol kesehatan dan penumpang tidak dibenarkan duduk pada kursi yang ada tanda silang atau X.

baca juga : Advokasi KJJT Siap Tempuh Jalur Hukum Terkait Oknum Kepsek Di Pasuruan Yang Hina Wartawan

Salah satu koridor yang dilayani adalah Terminal Amplas menuju Lapangan Merdeka, Medan. Penumpang bisa menaiki bus dari dalam Terminal Amplas. Bus tersedia tidak jauh dari pintu masuk Terminal Amplas.

Penumpang yang hendak masuk ke bus harus lewat pintu di bagian depan bus. Di bagian dalam dekat pintu masuk bus tersedia hand sanitizer bagi penumpang.

Ada juga mesin pembayaran secara elektronik. Penumpang yang naik harus menempelkan kartu uang elektronik mereka pada alat tersebut.

Bagian kursi penumpang dilengkapi dengan safety belt. Terlihat ada kursi-kursi yang diberi tanda silang sebagai batas antara penumpang. Ada juga kamera CCTV di dalam bus.

Di bagian tengah terlihat ada pegangan bagi penumpang bus yang berdiri. Ada juga ruang bagi penumpang yang menggunakan kursi roda. Terlihat ada tempat sampah hingga alat pemadam api ringan (APAR) yang disediakan di dalam bus.

Bus akan berhenti di halte-halte yang sudah diberi tanda selama perjalanan.

Para penumpang yang diwawancarai umumnya mengaku senang atas kehadiran bus ini. Mereka juga menilai fasilitas di dalam bus termasuk nyaman untuk transportasi umum.

“Ada AC-nya juga kan. Ini juga ada hand sanitizer dan kursinya juga berjarak, jadi lebih nyaman dan sesuai prinsip 3M, ubah laku dan protokol kesehatan,” kata salah seorang penumpang.

baca juga : https://siberindo.co/22/11/2020/50-ribu-umkm-dan-ikm-manfaatkan-diskon-tambah-daya-listrik/

Mereka juga mengaku merasa aman dengan keberadaan CCTV di dalam bus dan berharap tarif bus ini bisa terus stabil saat mulai beroperasi secara normal nantinya.

“Kalau ada CCTV ini kan jadi lebih aman. Harapannya, tarifnya jangan naik kalau nanti udah mulai berbayar dan armadanya juga ditambah,” ujarnya.

Bus Trans Metro Deli mulai beroperasi di Kota Medan pada Senin (16/11/2020) siang. Total sebanyak 39 unit bus dengan 35 bus yang dioperasikan dan 4 bus sebagai cadangan.

Sebanyak tiga koridor yang dijalankan yakni koridor Lapangan Merdeka- Amplas, Lapangan Merdeka – Tuntungan serta Tembung – Lapangan Merdeka.

Nantinya sistem pembayaran bus Trans Metro Deli ini hanya memberlakukan pembayaran non tunai boleh dengan e money Brizzi ataupun BRI,” katanya.

Diketahui, pada awal 2021 akan ada sebanyak 72 unit bus Trans Metro Deli yang beroperasi di lima koridor yang sudah disediakan.

Dalam satu unit bus Trans Metro Deli, kapasitas kursi sebanyak 40 kursi dan hanya diberlakukan 50 persen dari seluruh kursi.

Terdapat juga dua lokasi khusus untuk penyandang disabilitas dan pengguna kursi roda.

Bus dengan program Buy The Service ini telah hadir di 5 kota besar, yakni Palembang, Solo, Denpasar, Medan, dan Yogyakarta. (intipos/red)