Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Warga Dua Desa di Kecamatan Sembawa Terancam Terisolir

3 min read
Warga Dua Desa di Kecamatan Sembawa Terancam Terisolir

Warga Dua Desa di Kecamatan Sembawa Terancam Terisolir

Banyuasin | Intipos.com – Air laut pasang ditambah datang hujan yang cukup deras dalam sepekan terakhir ini menyebabkan ruas jalan utama menuju dua desa di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan tergenang banjir yang akibatnya berbagai aktivitas perekonomian masyarakat jalannya pendidikan pun disana macet total.

Kedalaman air mencapai lutut orang dewasa itu jika dalam sepekan ke depan masih juga belum mengering menyebabkan kehidupan masyarakat di dua desa disana akan terisolir.

Dua yang ruas jalannya digenangi Desa Sako Makmur dan Desa Limbang Mulya sudah dua hari ini aktivitas Pendidikan dan Pemerintahan Desa sudah macet dan warga pun tidak bisa bebas beraktivitas khawatir karena debit hujan masih belum surut.

Ryk (46) kepada wartawan media ini mengaku sudah 3 hari sejak hari Senin hingga Rabu ini (29/3/2023) belum berani keluar Desa, sebab debit air belum ada tanda-tanda surut, apabila hari ini datang hujan lagi masyarakat di dua desa bisa terisolir benar.

Bukan hanya luapan air yang terus bertambah yang membuat ngeri-ngeri sedap melintasi ruas jalan yang digenangi air bah itu, tapi yang kami takuti kalau sampai ada hewan melata jenis Buaya berada di kawasan banjir, tak lagi ada air pasang sampai menggenangi jalan saja hewan buas itu sudah suka menerkam manusia apalagi sedang banjir bandang kayak begitu, ungkap warga yang namanya diminta diinisialkan dalam pemberitaan di media.

Baca Juga  Bupati Simalungun Hadiri Pengukuhan PERPUKADESI: Forum Strategis Bertukar Gagasan

“Kalau masalah kebanjiran kami masyarakat di dua desa itu sudah biasa, tetapi yang sangat kami takuti seiring datangnya banjir ini hewan buas itu muncul di lokasi banjir”, ungkapnya sedih.

Penjelasan singkat Kepala Desa (Kades) Sako Makmur Abd. Azis saat diminta konfirmasinya membenarkan kalau jalan utama menuju ke-2 Desa dalam beberapa hari telah digenangi air setinggi lutut orang Dewasa.

Lanjut Kades, pihaknya sudah terima keluhan dari warganya terutama yang putra-putrinya sekolah di luar desanya, terpaksa meliburkan diri termasuk aktivitas belajar mengajar pun di sekolah yang ada di desanya macet, sebab gurunya yang datang dari luar desanya tidak berani menyeberangi genangan air dijalan itu.

Azis berharap pada hari in jangan sampai ada lagi hujan. Benar kata Azis di aliran sungai yang digenangi air itu dulu tidak hujan sering timbul ditepi jalan yang sekarang sedang tak terlihat lagi itu.

Baca Juga  Bupati Syah Afandin Dorong Sinergi Jaga Desa dan Ketahanan Pangan

Wajar lanjut Azis, kalau warganya banyak yang takut melintas dijalan yang sedang digenangi air itu. Jika sampai akhir bulan airnya masih digenangi air semacam itu bakal mengancam kehidupan perekonomian warganya.

Karena ini bulan suci ramadhan, diakui Azis aktivitas warganya keluar desa lah berkurang, tetapi bagi pelajar lanjutan yang bersekolah terpaksa meliburkan sendiri, dari pada dapat ancaman keselamatan jiwanya, terang Azis sembari berharap ada dermawan yang mau memfasilitasi bisa menyebrangkan terutama bagi para pelajar yang sekolahnya berada di luar desanya.

Azis berharap baik kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta para Wakil Rakyat yang dari daerah pemilihannya, dengan kondisi semacam itu ada solusinya dan kami minta di ekspos di media supaya viral dan segera di prioritaskan keluhan masyarakatnya agar jangan sampai terjadi terisolir kembali, masalah genangan air serta aktivitas masyarakat mulai lumpuh telah dilampirkan ke Camat. (waluyo)