Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Waduk Terbesar Di Pacitan Memulai Lakukan Pengisian Tahap Pertama

2 min read
Waduk Terbesar Di Pacitan

INTIPOS | PACITAN – Waduk Tukul yang terletak di Desa Karanggede Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan, Secara resmi mulai pengisian awal, Waduk dengan kapasitas total 8,68 juta meter kubik itu, akan memulai penenggelaman waduk dalam dua tahap. Yakni, Primary plug pada bulan Oktober 2020 dan Secondary plug bulan Juli 2021 untuk memulai tahap dua.

Pengisian bendungan tukul ditandai dengan penutupan pintu terowongan pengelak oleh Bupati Indartato bersama dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Agus Rudianto, Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR Airlangga Marjono serta Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur M Abduh M Mattaliti.

Baca Juga  Desa Sungai Itik Jadi Tuan Rumah dalam Pemantauan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

“Harapan kita semua, waduk ini bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Desa Karanggede dan seluruh wilayah Kecamatan Arjosari,”ujar Bupati Pacitan Indartato, Kamis (01/10/2020).

baca juga : Pancasila Sebagai Sumber Jati Diri Bangsa, Pondasi Dan Falsasah Negara

Atas nama masyarakat Pacitan Bupati Indartato menyambut gembira progres pembangunan bendungan yang sudah memulai tahap pengisian awal.

“Sebagai satu-satunya waduk berskala besar di pacitan, saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan untuk kemakmuran, sekaligus harus menjaganya dengan baik,”tandasnya.

Sementara, menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Agus Rudianto, pembangunan waduk tukul telah melalui perjalanan panjang. Memulai pengerjaan tahun 2013, mega proyek yang menjadi bagian dari program strategis nasional itu sudah mencapai 90 persen. Karena sudah memasuki tahap akhir konstruksi, maka perlu dilakukan pengisian sehingga segera dapat dimanfaatkan.

Baca Juga  BPD Punggur Kapuas dan Pemerintah Desa Sukses Gelar Musdes untuk Penyusunan RKP Desa Tahun 2025

baca juga : https://siberindo.co/01/10/2020/update-covid-19-kasus-positif-bertambah-4-174-tingkat-kesembuhan-3-540-orang/

“Pengisian waduk kita lakukan secara bertahap untuk memantau perilaku bendungan secara intensif,”ungkapnya.

Waduk tukul terang Agus Rudianto, mampu menampung 8,68 juta meter kubik air untuk menyuplai irigasi seluas 600 hektar dan air baku 300 liter per detik.

“Bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali debit banjir di Pacitan yang berasal dari anak sungai Grindulu,”pungkasnya.(tyo)