Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Tengkorak Bocah 8 Tahun Robek Ditendang Pria Bertelanjang Dada di Masjid Bone, Rekaman CCTV Viral

2 min read

Bone | Intipos.com Aksi kekerasan brutal terhadap anak di bawah umur yang tengah bersiap mengaji memicu kecaman publik di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seorang bocah berusia 8 tahun berinisial MFA menderita luka robek di kepala hingga harus mendapatkan dua jahitan setelah ditendang oleh seorang pria dewasa bertelanjang dada di halaman masjid.

​Insiden tersebut terjadi di Masjid Jannatul Firdaus, Kompleks Perumahan Biru Indah Permai, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, pada Selasa sore (4/8/2026). Detik-detik penganiayaan sadis ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) masjid dan viral di media sosial.

​Dalam rekaman video yang beredar, korban bersama rekan-rekannya terlihat tengah bermain menunggu waktu mengaji. Tanpa diduga, pelaku datang menghampiri kerumunan anak-anak dalam kondisi emosi tinggi. Tanpa membuang kata, pelaku langsung mendaratkan tendangan keras ke arah korban hingga tubuh mungilnya terpental dan kepalanya menghantam dinding masjid.

Baca Juga  Satlantas Polres Bone Gelar Coffee Morning Bersama Jurnalis, Perkuat Sinergi dan Informasi Publik

​Tidak berhenti di situ, pelaku yang sempat meninggalkan lokasi kembali datang dan berusaha mengejar korban yang mencoba menyelamatkan diri dalam keadaan terluka.

​Ibu korban, Ade Imma Syakira (30), menegaskan bahwa anaknya menjadi korban salah sasaran.

​”Anak saya baru tiba untuk mengaji. Temannya yang melempar sesuatu ke luar hingga mengenai rumah pelaku. Tapi pelaku malah datang marah-marah dan menendang wajah anak saya sampai terbentur tembok. Padahal bukan dia pelakunya,” ujar Ade saat ditemui di kediamannya, Rabu (5/8/2026).

​Ade baru mengetahui kejadian memilukan tersebut setelah dihubungi oleh suaminya saat sedang bekerja.

​”Suami saya telepon minta pulang karena kepala anak saya bocor dipukuli. Sampai di rumah, anak saya sudah menangis berlumuran darah. Saya langsung bawa ke RS Pancaitana, kepalanya bocor dan harus mendapat dua jahitan,” ungkapnya.

Baca Juga  BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dan Sekolah Lapang Iklim 2026 di Kubu Raya, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

​Tak terima atas perlakuan keji yang dialami putranya, Ade resmi melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Bone dan menuntut keadilan.

​”Saya hanya ingin keadilan. Semoga pelaku segera diamankan agar tidak ada lagi anak-anak lain yang menjadi korban,” tegasnya.

​Menanggapi kejadian tersebut, Kasi Humas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar membenarkan adanya laporan polisi terkait dugaan penganiayaan anak di bawah umur tersebut.

​”Betul, kami sudah menerima laporan dari orang tua korban. Saat ini pelakunya masih dalam penyelidikan,” kata Iptu Rayendra saat dikonfirmasi.

​Aparat Polres Bone kini bergerak mengejar pelaku yang identitasnya telah dikantongi. Selain memburu pelaku, penyidik mengumpulkan bukti petunjuk berupa rekaman CCTV serta memeriksa sejumah saksi untuk membongkar motif di balik aksi brutal yang terjadi di lingkungan rumah ibadah tersebut. (*)