Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Talud Proyek Jalan Rp16,5 Miliar di Bone Diduga Gunakan Batu Kapur, Celah Antarbatu Tak Terisi Adukan Semen

2 min read

Bone | Intipos.com – Proyek rehabilitasi jalan senilai Rp16,5 miliar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan. Selain diduga menggunakan batu gamping atau batu kapur sebagai material utama pasangan talud penahan tanah, kualitas pengerjaannya juga dipertanyakan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pasangan batu pada talud penahan tanah tampak memiliki celah yang tidak terisi campuran adukan semen. Kondisi tersebut menimbulkan keraguan terhadap kekuatan konstruksi talud dalam menahan beban tanah.

Mengacu pada papan informasi proyek, rehabilitasi jalan itu dibiayai melalui APBD yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran Rp16,5 miliar. Salah satu ruas yang dikerjakan adalah Cirowali–Melle oleh kontraktor pelaksana PT Ridwan Jaya Lestari dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender.

Baca Juga  Pasokan Biosolar Subsidi Diduga Mengalir ke Siwa, Muncul Nama "Pak Black" hingga Dugaan Pemasok dari Bone dan Cabbenge

Sebelumnya, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas BMCKTR Bone, Jumran, membantah material yang digunakan merupakan batu kapur. Menurut dia, batu dengan karakteristik serupa juga digunakan pada sejumlah proyek jalan nasional.

“Batu seperti itu juga dipakai di jalan nasional,” kata Jumran saat dikonfirmasi pada Senin, 6 Juli 2026.

Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana melalui Guntur turut dimintai konfirmasi terkait dugaan penggunaan batu kapur. Awak media juga meminta penjelasan mengenai kualitas pemasangan talud yang pada sejumlah bagian terlihat tidak menggunakan adukan semen di sela-sela pasangan batu.

Baca Juga  Sepatu Bunut hingga Kerupuk Kulit Pisang Jadi Primadona di Paviliun Pemkab Asahan PRSU ke-50

Namun, hingga pesan konfirmasi dikirim pada Selasa, 7 Juli 2026, pesan tersebut hanya menunjukkan tanda centang satu dan belum memperoleh tanggapan.

Upaya konfirmasi kepada pihak yang sama juga pernah dilakukan pada Desember 2025 terkait pelaksanaan pengaspalan Jalan Langsat yang diduga dilakukan saat badan jalan masih basah dan terdapat sejumlah titik genangan air. Saat itu, pesan konfirmasi juga tidak mendapat respons.

Berdasarkan kondisi tersebut, awak media menduga nomor WhatsApp yang digunakan untuk menghubungi pengawas kontraktor pelaksana telah diblokir sejak Desember 2025 sehingga upaya konfirmasi hingga kini belum dapat dilakukan.

(RS – Intipos)