Proses Pengaspalan Jalan Andalas Jadi Sorotan, Warga Minta Kualitas Dijaga
1 min read
Bone | Intipos.com – Proses pengaspalan di ruas Jalan Andalas, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menuai sorotan warga. Pasalnya, penghamparan aspal diduga tetap dilakukan saat kondisi badan jalan masih basah usai diguyur hujan pada Kamis sore (25/12/2025).
Sejumlah warga mengecam langkah tersebut karena dinilai berpotensi memicu kerusakan dini pada lapisan aspal. Mereka menilai, pengaspalan yang dilakukan di atas permukaan jalan basah dan terdapat genangan air tidak sesuai dengan kaidah teknis pekerjaan jalan.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat menegur para pekerja saat melihat penghamparan aspal dilakukan dalam kondisi tersebut.
“Saya sempat menegur agar jalan dikeringkan terlebih dahulu, karena masih basah dan ada genangan air,” ungkapnya kepada media, Minggu (28/12/2025)
Menurutnya, penghamparan aspal baru dilanjutkan setelah dilakukan upaya pengeringan di beberapa titik. Namun demikian, warga berharap setiap proyek infrastruktur yang dikerjakan benar-benar memperhatikan kualitas dan spesifikasi teknis agar hasilnya tahan lama.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan sebagai salah satu penyebab aspal cepat rusak. “Aspal cepat rusak itu biasanya berawal dari pengawasan yang tidak terkontrol,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pengaspalan ruas Jalan Andalas ini dikerjakan oleh CV Icon Perkasa Abadi, yang diduga merupakan anak perusahaan PT Amal Loponindo. Proyek tersebut dibiayai melalui Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran mencapai Rp48,75 miliar, yang mencakup beberapa ruas jalan di wilayah Kota Watampone.
(Rustan)
