Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Dugaan Penggunaan Solar Subsidi pada Proyek Aspal di Bone, Fungsi Pengawasan Aparat Dipertanyakan

2 min read

Bone | Intipos.com – Aktivitas kontraktor pengaspalan yang beroperasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan tajam. Mereka diduga menggunakan BBM jenis solar bersubsidi dalam menjalankan proyek, yang disinyalir menjadi salah satu penyebab kelangkaan solar subsidi dan antrean panjang kendaraan di SPBU wilayah Bone.

Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi ini mencuat setelah warga setempat menemukan adanya penyuplaian solar subsidi dalam jumlah besar ke sebuah gudang kontraktor yang diduga milik PT Amal Loponindo, berlokasi di Jalan Sungai Musik, Kelurahan TA.

Hasil penelusuran Intipos.com mengungkap bahwa PT Amal Loponindo tercatat sebagai induk perusahaan dari CV Icon Perkasa Abadi, yang diketahui mengerjakan sejumlah proyek pengaspalan di Kota Watampone. Beberapa ruas jalan yang ditangani di antaranya Jalan Andi Amir, Jalan Durian, Jalan Mangga, Jalan Bali, hingga Jalan Andalas.

Baca Juga  Korem 121/Abw Gelar Tes Kesegaran Jasmani untuk Prajurit

Tak hanya itu, proyek pengaspalan ruas Selli–Nyappareng dan Pabbacue–Lonrong melalui bantuan keuangan provinsi juga dikerjakan oleh CV Amarta Konstruksi, yang kuat dugaan masih memiliki keterkaitan dengan PT Amal Loponindo.

Padahal, merujuk pada Lampiran Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, usaha jasa konstruksi—termasuk kontraktor pengaspalan—tidak termasuk kategori konsumen yang berhak menggunakan BBM solar bersubsidi. Dalam regulasi tersebut juga telah diatur sanksi administratif hingga pidana bagi pelanggar.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, penyuplaian solar subsidi ke gudang kontraktor diduga melibatkan beberapa pihak dari wilayah berbeda.

“Anehnya, aktivitas penyaluran solar subsidi ke gudang kontraktor ini seperti tidak tercium oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.

Baca Juga  Diduga Terlibat Tawuran, 4 Remaja Dan Senjata Tajam Diamankan

Ia menyebutkan, terdapat tiga orang yang diduga berperan sebagai penyuplai solar subsidi, masing-masing berinisial I, R, dan N. Dua di antaranya berasal dari wilayah Cabalu, sementara satu lainnya dari Bulu Tempe.

“Solar itu disuplai dalam jumlah besar. Diduga melibatkan para pelangsir dari sejumlah SPBU di Bone. Aktivitas mereka berjalan lancar tanpa hambatan,” tambahnya.

Sementara itu, Intipos.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kontraktor, baik melalui panggilan telepon maupun pesan WhatsApp pada Sabtu, 27–28 Desember 2025. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons. Pesan yang dikirimkan hanya berstatus centang dua abu-abu.

Hingga Senin, 29 Desember 2025, pihak kontraktor belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait dugaan penyuplaian dan penggunaan solar bersubsidi tersebut.

(Rustan)