Pengaspalan Jalan Andalas Disorot, Diduga Dikerjakan Saat Kondisi Jalan Masih Basah
2 min read
Bone | Intipos.com – Proyek pengaspalan Jalan Andalas di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, pekerjaan penghamparan aspal diduga tetap dilanjutkan meski kondisi badan jalan masih basah usai diguyur hujan.
Pantauan Intipos.com di lokasi pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 15.00 WITA menunjukkan, meskipun hujan tidak turun deras dan tidak menimbulkan genangan, permukaan jalan terlihat jelas dalam kondisi lembap hingga basah saat proses pengaspalan berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pengaspalan ruas Jalan Andalas ini dikerjakan oleh CV Icon Pekasa Abadi, yang diduga merupakan anak perusahaan PT Amal Loponindo. Proyek tersebut dibiayai melalui Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran mencapai Rp48,75 miliar, yang mencakup beberapa ruas jalan di wilayah Kota Watampone.
Pengaspalan di atas permukaan jalan yang basah dinilai berpotensi melanggar spesifikasi teknis konstruksi jalan. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat mengurangi daya rekat aspal, sehingga berisiko menyebabkan kerusakan dini seperti pengelupasan dan jalan berlubang dalam waktu singkat.
Terkait pengawasan proyek, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bone, Jumran, mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian.
“Saya tidak di situ, saya di lokasi lain. Nanti saya sampaikan ke pelaksananya,” ujarnya singkat.
Tak lama berselang, Jumran kembali memberikan klarifikasi. Ia menyebut hujan memang sempat turun, namun hanya sebentar dan tidak menyebabkan genangan air di badan jalan.
“Ada pengawas di lokasi. Laporannya, pekerjaan sempat dihentikan, lalu dilanjutkan kembali setelah hujan reda dan dipastikan tidak ada genangan,” jelasnya.
Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan seorang pengguna jalan yang melintas di lokasi. Ia mengaku melihat langsung aktivitas penghamparan aspal tetap berjalan meski permukaan jalan masih basah.
“Tadi saya lihat tetap dikerja, tidak dikompresor dulu,” ungkapnya.
Di sisi lain, perhatian Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bone dinilai sangat besar. Meski belum genap setahun menjabat sebagai bupati, sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah Bone telah tersentuh pengaspalan. Komitmen tersebut menjadi harapan masyarakat agar setiap proyek infrastruktur yang dikerjakan benar-benar memperhatikan kualitas, spesifikasi teknis, serta pengawasan yang maksimal, sehingga hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Publik pun berharap instansi terkait dapat memperketat pengawasan agar kualitas pekerjaan sesuai dengan standar dan anggaran besar yang telah digelontorkan.
(Rustan)
