12 September 2026

Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Modus Pa’sedot Diduga Jadi Cara Baru Pelangsir Solar Subsidi di Bone

2 min read

Bone | intipos.com – Pengawasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi menggunakan jeriken diperketat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Namun, dugaan praktik pelangsiran Solar subsidi disebut belum berhenti. Modus baru bernama pa’sedot diduga digunakan untuk mengakali pengawasan.

Antrean kendaraan pengguna Solar subsidi masih kerap terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bone. Antrean bahkan mengular hingga ratusan meter.

Sebelumnya, pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken menjadi salah satu sorotan dalam distribusi Solar subsidi di daerah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bone membentuk Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih pada 24 Agustus 2026. Satgas ini bertugas mengawasi pendistribusian BBM subsidi di 22 SPBU.

Pengawasan terhadap pembelian BBM menggunakan jeriken kemudian diperketat. Pemkab Bone juga mencabut seluruh surat rekomendasi lama pembelian Bio Solar dan menerapkan prosedur baru mulai 1 September 2026.

Baca Juga  Tumpahan Solar di Jalan Pabbacue-Lonrong Telan Korban, Pengendara Terjatuh

Namun, informasi yang dihimpun menyebut para pemain Solar subsidi diduga mencari cara lain untuk menjalankan praktik pelangsiran.

Habis jeriken, terbitlah pa’sedot.

Pa’sedot merupakan istilah yang digunakan untuk memindahkan Solar dari tangki kendaraan ke jeriken. Dalam praktik yang diduga terjadi, BBM subsidi yang telah diisi ke kendaraan kemudian disedot untuk dikumpulkan sebelum diperjualbelikan kembali.

Kendaraan yang diduga digunakan dalam praktik tersebut disebut didominasi dump truk, minibus, pikap, dan jenis kendaraan lainnya. Bahkan, terdapat dugaan kendaraan tertentu melakukan pengisian Solar subsidi secara berulang di sejumlah SPBU.

Baca Juga  Soroti BBM Subsidi di Wajo, DPRD Sulsel: Bongkar Aktor di Siwa

Modus pa’sedot diduga menjadi cara lain untuk melangsungkan pelangsiran Solar subsidi setelah pengawasan terhadap pembelian menggunakan jeriken diperketat.

Dugaan ini menjadi perhatian bagi Satgas BBM Bersubsidi Merah Putih dan pihak terkait. Penelusuran diperlukan untuk mengetahui kemungkinan praktik pa’sedot, termasuk kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang di sejumlah SPBU.

Salah seorang warga, Adry, berharap pengawasan distribusi Solar subsidi di sejumlah SPBU di Bone diperketat.

“Jangan hanya pengambilan menggunakan jeriken yang diawasi. Kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang juga perlu diperiksa. Kalau memang ada praktik pa’sedot, tentu harus ditindak agar Solar subsidi benar-benar tepat sasaran,” kata Adry, Sabtu (12/09/2026).

(RS-intipos)