Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Kasus Bola Soba? Kasat Reskrim Bantah Putus Kontrak, Kadis BMCKTR Memilih Bungkam

2 min read

Bone | Intipos.com – Diberitakan sebelumnya, proyek rumah adat bola soba Bone dikabarkan telah putus kontrak antara pihak kontraktor CV Megah Jaya dengan dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kabar putus kontrak proyek tersebut di sampaikan oleh Ketua LSM Lamellong, Muhammad Rusdi saat ditemui disalah satu warkop di kota Watampone, Kamis sore (03/10/24) kemarin.

Sehubungan hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Yusriadi Yusuf yang dikonfirmasi dan ia membantah adanya pemutusan kontrak antara pihak dinas BMCKTR dengan kontraktor.

Baca Juga  Diduga Terlibat Tawuran, 4 Remaja Dan Senjata Tajam Diamankan

“ Iya belum putus kontrak,” jelas AKP Yusriadi melalui pesan WhatsApp, Jumat (04/10/24).

Lanjut kata Kasat Reskrim, ia mengaku mendapatkan informasi melalui PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) setelah ia lakukan konfirmasi.

Ketika awak media menanyakan lebih jauh soal kasus bola soba, Kasat Reskrim Polres Bone memilih tak menanggapi.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bone AKP Yusriadi Yusuf sempat dikonfirmasi, ia menyampaikan“  soal kasus bola soba belum bisa di proses hukum lebih lanjut, karena belum ada pemutusan kontrak,” katanya saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Kasus IPAL Disorot, Aktivis Curigai Tebang Pilih dalam Suspend Dapur MBG di Bone

Diketahui, proyek bola soba menelan biaya mencapai Rp 10,7 miliar yang bersumber dari APBD Bone tahun 2022-2023. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor CV Megah Jaya, seharusnya progresnya selesai pada Juni 2023 lalu. Namun sampai saat ini progresnya dinilai jalan ditempat alias mangkrak.

Sehubungan hal tersebut, Kadis BMCKTR kabupaten Bone, Askar coba dikonfirmasi pada Jumat (03/10/24) melalui pesan WhatsApp memilih bungkam. Pesan WhatsApp yang dilayangkan menunjukan centang dua abu-abu.

Sampai berita ini dimuat, Sabtu (05/10/24), Kadis BMCKTR kabupaten Bone, Askar belum memberikan klarifikasi apapun.

(Rustan)