Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Didorong, Energi Rendah Karbon Fondasi Data Center

2 min read


Jakarta | Intipos.com
– Upaya membangun ekosistem green digital infrastructure terintegrasi kian dipercepat melalui pemanfaatan energi rendah karbon untuk mendukung operasional data center generasi baru yang efisien, berkelanjutan, dan siap menopang kebutuhan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI-ready).

 

Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan sektor digital dan energi, dengan fokus pada penggunaan energi hijau seperti biomethane sebagai sumber daya utama untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur digital nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat regional.

 

Kolaborasi tersebut dijalankan oleh bersama melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk mengintegrasikan infrastruktur digital dengan pasokan energi rendah emisi.

 

Direktur Utama Telkom, , menegaskan bahwa sinergi ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan energi bersih guna mendukung pengembangan data center berkelanjutan serta memperkuat kedaulatan digital nasional.

Baca Juga  Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

 

Dalam kerja sama tersebut, Telkom berperan sebagai pengembang ekosistem digital dan data center, sementara PGN menyediakan pasokan energi rendah karbon, termasuk biomethane yang diolah dari limbah kelapa sawit di wilayah Sumatera.

 

Pemanfaatan energi ini dinilai menjadi solusi strategis dalam menjawab kebutuhan energi efisien sekaligus ramah lingkungan.

Direktur Utama PGN, , menyatakan bahwa biomethane merupakan bagian dari transformasi PGN menuju penyedia energi bersih.

 

Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang nilai tambah baru, tetapi juga memperkuat kontribusi terhadap agenda transisi energi nasional.

Baca Juga  Layanan Digital Jadi Penopang Kelancaran Arus Mudik Lebaran

 

Pengembangan ekosistem ini akan difokuskan pada sejumlah kawasan strategis seperti Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya yang telah terhubung dengan jaringan gas PGN, sehingga memungkinkan optimalisasi infrastruktur yang ada.

 

Selain sinergi domestik, penguatan ekosistem ini juga didukung kemitraan global dengan melalui entitas pusat data untuk mengembangkan green data center berbasis energi rendah karbon.

 

Integrasi kolaborasi domestik dan global tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih komprehensif, mulai dari penyediaan energi hingga pengembangan solusi terintegrasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat infrastruktur digital di kawasan. (01)