Di Vaksin

INTIPOS | PACITAN –  Pendistribusian vaksin Covid-19 dari Sinovac ke-34 provinsi di Indonesia. Program vaksinasi sudah dimulai pada Rabu (13/01/2021). Jumlah vaksin yang sudah didistribusikan berjumlah 1.060.440 dosis.

Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu lagi ragu atau bimbang untuk melakukan vaksinasi Covid-19, hal itu agar penyebaran virus corona dapat terkendali dan demi kemaslahatan bersama.

Karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri telah mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin virus corona (Covid-19) produksi Sinovac Life Sience Co.Ltd. China dan PT Bio Farma Persero. Hal tersebut tertulis dalam Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2021. Penerbitan fatwa tersebut telah mempertimbangkan proses hasil audit LPPOM MUI.

“Jadi diharapkan kepada masyarakat agar jangan ragu untuk di vaksin, Mengenai kehalalan, otoritas yang dipercaya oleh publik itu adalah organisasi-organisasi islam kredibel, MUI adalah saah satu organisasi Islam yang kredibel yang selama ini memang menjalankan peran dan fungsi pengecekan juga pembinaan dan kontrol terkait dengan produk halal,”ujar Kapolres saat ditemui pewarta di ruang kerjanya, Kamis (14/01/2021).

baca juga : Wagub Sulsel Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Syaikh Ali Jaber

Menurut Kapolres, Masyarakat harus berpikir secara jernih dalam melihat program vaksinasi ini, supaya tidak termakan hoax atau berita bohong yang beredar mengenai vaksin. Bahwa vaksin Covid-19 ini penting, aman dan halal bagi masyakarat

“Kita sudah melihat sendiri Bapak Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI dan Kapolri kemarin mendapatkan suntikan Vaksin Covid 19 dan Alhamdulillah tidak ada kendala, ini menandakan bahwa vaksin tersebut aman dan sangat penting untuk bagi kesehatan masyarakat dari virus corona,”imbuhnya.

Sementara itu Polres Pacitan bersama jajaran sesuai Surat Telegram Kapolri, Jenderal Idham Azis, bernomor ST/50/I/Ops.2./2021 tertanggal 13 Januari 2021 itu diteken Kabaharkam Polri, Komjen Agus Andrianto. Tentang pengamanan dan pengawalan pendistribusian, penyimpanan vaksin Covid-19, hingga pelakasanaan vaksinasi. Telegram bernomor ST/50/I/Ops.2./2021 tertanggal 13 Januari 2021 itu diteken Kabaharkam Polri, Komjen Agus Andrianto.

Selain meminta melakukan pengamanan dan pengawalan, Kapolri menginstruksikan jajaran kewilayahan menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan pentingnya vaksinasi.

baca juga : https://siberindo.co/14/01/2021/kemenpora-harus-miliki-database-untuk-sektor-kepemudaan/

“Kita akan berdayakan Bhabinkamtibmas dan Polsek jajaran untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah dan pendampingan kepada penerima vaksin, selain itu kita kordinasi dengan jajaran Kodim 0801 untuk melibatkan Babinsa, serta Lurah/Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RT/RW, serta Puskesmas setempat,”jalasnya.

Pendampingan tersebut dilakukan terutama terhadap masyarakat yang tidak memiliki telepon genggam. Sehingga, sosialisasi tetap dilakukan secara door to door.

“Atau masyarakat yang telah menerima SMS blast namun tidak mengetahui cara registrasi ulang dan masyarakat yang telah menerima SMS blast namun lupa atau ragu untuk melakukan registrasi ulang, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya atau Hoax,”tuturnya.

“Saya berharap masyarakat memiliki kepercayaan tinggi terhadap program vaksinasi. Kemudian, mengikuti dan menyukseskan jalannya vaksinasi Covid-19 yang aman dan halal tersebut, sehingga mata rantai penularan Covid-19 dapat segera diputus,”tandasnya.(tyo)