Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Miliaran di Bone Dipertanyakan
2 min read
Bone | Intipos.com – Proyek pengaspalan jalan bernilai puluhan miliar rupiah di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik. Pasalnya, pekerjaan tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis yang seharusnya diterapkan dalam proyek jalan.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan, proses pengaspalan di Jalan Langsat tetap dilakukan meski kondisi jalan dalam keadaan basah dan terdapat genangan air di sejumlah titik. Aktivitas tersebut terekam pada Minggu malam (14/12/2025) sekitar pukul 20.37 WITA. Kendati kondisi dinilai tidak ideal, pekerjaan tetap dilanjutkan hingga seluruh ruas jalan selesai diaspal.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, mengingat dalam standar teknis pekerjaan jalan, pengaspalan semestinya dilakukan pada permukaan yang kering. Tujuannya untuk menjamin kualitas, daya rekat, serta ketahanan aspal dalam jangka panjang. Fakta di lapangan tersebut pun memicu dugaan adanya ketidaksesuaian spesifikasi teknis dalam pelaksanaan proyek.
Tak hanya itu, hasil pengaspalan di lokasi juga menuai sorotan. Aspal yang telah dihamparkan di sejumlah titik diduga kurang padat, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait daya tahan dan usia pakai jalan tersebut dalam waktu dekat.
Berdasarkan data pada papan proyek, pekerjaan pengaspalan Jalan Langsat dikerjakan oleh CV Ilham Jaya Anugrah dengan nilai kontrak sebesar Rp10.963.250.845 dan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender. Proyek ini bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2025 untuk rehabilitasi sejumlah ruas jalan di Kota Watampone, di bawah kewenangan Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone.
Upaya konfirmasi kepada pihak kontraktor telah dilakukan pada Senin malam (22/12/2025). Namun hingga kini, belum ada tanggapan yang diberikan.
Hingga berita ini diterbitkan, Selasa (23/12/2025), baik pihak kontraktor maupun instansi terkait belum menyampaikan klarifikasi resmi atas dugaan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai spesifikasi teknis tersebut. (Rustan)
