Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Buntut Ketinggian, Sesama Pengunjung Braga Baku Hantam

2 min read

SIANTAR | INTIPOS.COM – Keributan berujung baku hantam sesama pengunjung terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) Braga yang berlokasi di Jalan H Adam Malik, Timbang Galung, Siantar Barat, Sabtu (7/8) Jam 01.30 Wib.

Peristiwa tersebut sempat mengundang keramaian hingga para pengunjung THM bahkan warga setempat berhamburan keluar dan membanjiri jalan menyaksikan kedua pihak saling adu kekuatan.

Pantauan dilokasi, beberapa teman wanita dari kedua belah pihak mencoba memisahkan guna meredam keributan, namum sayang teriakan kata-kata kotor keluar dari mulut keduanya membuat suasana memanas.

baca juga : Polisi ‘Bebaskan’ Terduga Pengguna Narkoba Setelah Beberapa Hari Diperiksa

Diduga baku hantam terjadi lantaran keduanya saling senggol saat joget didalam diskotik. “Apa masalahnyapun gak tau, tiba-tiba sudah begado saja orang itu mungkin karena saling senggol didalam,” Sebut seorang pengunjung yang tak ingin dicantumkan namanya.

Baca Juga  Bupati Asahan Terima Kunjungan Silaturahmi Keluarga Besar IKDH Deli Tua.

Pengunjung Braga

Menurutnya, pikiran mereka tidak terkontrol lagi lantaran sudah ketinggian dipacu pengaruh minuman keras. “Lihatlah, yang begado aja seperti orang kesurupan. Mabok berat itu makanya gayanya sempoyongan,” Tambahnya.

kedua belah pihak yang belakangan diketahui bernama Aseng Cs vs Simamora Cs bersih keras melanjutkan perkelahian meskipun sudah dipisahkan.

baca juga : https://indocybernews.com/selamat-pengurus-smsi-siantar-simalungun-periode-2021-2026-resmi-dilantik/

“Anj*ng sini kau, mati tanam pun jadi kita. Gak senang aku kalau kau gak mati,“ teriak Simamora. “Banyak kali cakapmu, ayo sini kau! Jangan lari kau!,“ balas Aseng.

Baca Juga  Walkot Wesly Hadiri Musda XIV KNPI Kota Siantar

Warga yang sudah mulai risih melihat sikap keduanya bergegas membubarkan. “Jangan buat ribut disini, kalau mau bunuh-bunuhan diluar sana kalian, bentar lagi mau datang polisi, bubar kalian!,“ teriak salah satu warga penuh amarah sembari mengusir semua pengunjung diskotik.

Ironisnya, dimassa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, diskotik tersebut malah beroperasi hingga dini hari diduga lantaran pengawasan pejabat setempat tidak tegas dan maksimal dalam menertibkan lokasi-lokasi sensitif penyebaran klaster baru covid-19.(red)