Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Bumil Diduga Kelebihan Induksi Akibatkan Muntah, Kabag Humas: Itu Sudah Sesuai SPO

3 min read

Bone | Intipos.com – Diduga kelebihan induksi persalinan, seorang Ibu Hamil (Bumil) inisial KA yang sedang dirawat di Rumah Sakit Tenriawaru, Kota Watampone, mengalami muntah muntah, Sabtu (27/04/24) lalu.

Sebelumnya, pasien inisial KA diagnosa oleh dokter spesialis kandungan inisial RH di salah satu klinik di Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, kabupaten Bone, pada Kamis sore (25/04/24) lalu, saat itu dokter RH menyampaikan ke pasien bahwa janin telah mati dalam kandungan, kemudian KA di rujuk ke RS Tenriawaru.

Pasien KA mulai dirawat di RS Tenriawaru pada Kamis malam (25/04/24), dan kembali ditangani oleh dokter RH, agar pasien bisa bersalin secara normal maka pihak dokter melakukan tindakan induksi.

Setelah induksi pertama dan kedua, pihak keluarga pasien sempat meminta kepada bidan untuk dilakukan tindakan operasi terhadap pasien, namun dari pihak dokter tetap mengupayakan agar persalinan bisa secara normal. Menurutnya, lebih cepat proses penyembuhannya dibanding Caesar.

Pada kesempatan itu, bidan menyampaikan kepada pihak keluarga pasien, bahwa induksi bisa sampai tiga atau empat.

Setelah induksi ketiga dan keempat, reaksinya masih saja sama seperti induksi sebelumnya dan belum juga ada tanda tanda terhadap pasien bisa bersalin dengan normal.

Baca Juga  Polres Bone Tetapkan Tersangka Penyelundupan LPG Subsidi, Jumlah Kendaraan Masih Simpang Siur

Setelah itu dari pihak dokter kembali melanjutkan induksi kelima dan langsung ditanggapi oleh keluarga pasien,“ Saya ini tidak mengerti dan kurang faham, katanya induksinya sampai tiga atau empat, ini dipasang lagi induksi yang kelima,”

Tak lama kemudian, diduga akibat induksi kelima tersebut, pasien mengalami muntah muntah. Selanjutnya pihak keluarga pasien melaporkan ke bidan.

Setelah melakukan pengecekan, tiba tiba bidan menyebut “Kelebihan”

Menanggapi hal itu, Kabag Humas Rumah Sakit Tenriawaru, Andi Dedi Astaman,.SH,.MH dikonfirmasi, dia mengatakan bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh pihak dokter itu sudah sesuai baik secara aturan maupun Standar Prosedur Operasional (SPO) rumah sakit.

Ditanya soal penambahan induksi kelima sehingga pasien mengalami muntah muntah, Andi Dedi menyebut, bahwa sudah berjalan proses pembukaan kedua sehingga itu dia menambah untuk induksi.

“ Kalau tidak dijalankan untuk induksi, takutnya nanti kalau langsung beralih ke caesar, caesarnya masuk umum tidak ditanggung bpjs, caesar itu paling dibawah 16 juta,” ungkapnya kepada media, Selasa (30/04/24).

Baca Juga  Lapas Kelas I Medan Gelar PORSENAP Peringati HBP ke-62

Saat ditanya soal bayi yang mukanya nampak mengelupas dan besar dugaan bayi tersebut mulai membusuk, apakah tidak berdampak pada kesehatan ibu bayi itu kedepannya, jawab Kabag Humas“ ini bayi tidak ditau, maksudnya ini bayi sudah meninggal di dalam kandungan, kemungkinan itu sudah agak, artinya sudah melebihi betulmi dua hari, memang begitu kondisinya”

Lanjutnya, terkait dengan dampaknya makanya dia di kuret, begitu penjelasannya dokter RH.

Tetapi kenapa tiba-tiba dokter RH mengalihkan ke dokter lain setelah melebihi 24 jam, tanya awak media, Jawab Kabag Humas,“ terkait dengan beralihnya karena belumpi jadwalnya dokter RH yang bertugas saat itu, kenapa juga dibagi jam-jam begitu artinya jam bertugasnya, tetapi tetap berkesinambungan itu pekerjaan,” jelasnya

Lebih lanjut Andi Dedi menjelaskan, kalau operasi itu bukan hanya dokter kandungan saja, ada bedah sama anestesi.

Awak media kembali melayangkan pertanyaan, apakah di rumah sakit Tenriawaru ini memang tidak ada yang keluar diagnosanya janin tersebut, meninggalnya sejak kapan ?

“ Kalau itu nanti saya coba tanyakan lagi, karena tidak sempat saya tanyakan itu,” pungkasnya.
(rs)