11 Agustus 2026

Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Anak Korban : Sudah 2 Bulan Terduga Pelaku Belum Ditangkap, Kinerja Satlantas Polrestabes Medan Dipertanyakan

3 min read

MEDAN – 2 Bulan lamanya terduga pelaku kasus lakalantas dan penelantaran yang menyebabkan seorang pengemudi becak motor (betor) Esau Rumamory (83) meninggal dunia belum berhasil ditangkap.

Hal tersebut membuat Lukas (Anak Korban) merasa kecewa atas kinerja Satlantas Polrestabes Medan yang diduga tidak serius dalam menangani laporan nya.

“Sudah 2 bulan lamanya terduga pelaku yang dengan sengaja menabrak dan menelantarkan tubuh orangtua saya hingga meninggal dunia belum ditangkap, padahal foto-foto terduga pelaku sudah saya berikan namun hingga saat ini terduga pelaku belum berhasil ditangkap” ucap Lukas Kepada Intipos.com, Selasa (11/8/2026).

Sementara itu Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sri Lestari Widodo saat dikonfirmasi terkait perkembangan laporan tersebut mengatakan pihaknya sudah berkerjasama dengan Satreskrim Polrestabes Medan guna mengungkap identitas terduga pelaku.

“Masih Pelacakan Reskrim, mohon waktu dan do’anya” ujar Kasat Lantas Polrestabes Medan melalui via WhatsApp, Selasa (11/8/2026).

Diberitakan sebelumnya , Keluarga almarhum Esau Rumamory (83), korban dugaan tabrak lari yang meninggal dunia di kawasan Helvetia, Kota Medan, meminta bantuan seluruh elemen masyarakat untuk membantu mengungkap identitas para terduga pelaku yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Anak korban, Lukas mengaku masih berupaya mencari keadilan atas kematian ayahnya yang dinilai penuh tanda tanya.

Selain mempertanyakan tindakan pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut, keluarga juga menyoroti proses penerimaan korban di RSU Sufina Aziz, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia.

Menurut keluarga, korban diterima di rumah sakit pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 02.20 WIB dini hari tanpa adanya identitas jelas dari pihak yang mengantarkan korban, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga  Dalam Kurun Waktu Satu Bulan, Kapolres Langkat Rilis Pengungkapan Kasus Narkotika, Tindak Pidana Kriminal, dan Kekerasan Seksual terhadap Anak

Atas peristiwa tersebut, keluarga telah membuat laporan polisi dengan Nomor: LP/B/2594/VI/2026/SPKT LANTAS/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 17 Juni 2026 yang diterima oleh Aipda Taufik H. Rambe, SH.

Dari hasil penelusuran dan rekaman CCTV rumah sakit, keluarga memperoleh sejumlah foto yang memperlihatkan sosok seorang pria dan dua wanita yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

Namun hingga saat ini identitas mereka masih belum diketahui.

Menurut Keterangan Keluarga Lukas menjelaskan bahwa pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 01.30 WIB, keluarga menerima kabar dari pihak RSU Sufina Aziz bahwa ayah mereka berada di rumah sakit tersebut.

Setelah salah seorang anggota keluarga tiba di rumah sakit, korban diketahui telah meninggal dunia.

Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, korban diantar menggunakan sebuah mobil yang diduga terkait dengan kecelakaan tersebut bersama dua orang wanita.

”Saya sempat bertanya kepada petugas rumah sakit siapa yang mengantarkan ayah saya,Petugas menjawab ada dua orang wanita yang datang menggunakan taksi online, amun ketika saya menanyakan apakah mereka meninggalkan identitas, petugas mengatakan tidak ada,” ujar Lukas.

Menurutnya, alasan yang disampaikan petugas bahwa kedua wanita tersebut terburu-buru berangkat bekerja ke Tanjung Morawa pada tengah malam menimbulkan tanda tanya bagi pihak keluarga.

Keluarga kemudian melakukan penelusuran ke lokasi kejadian dan memperoleh informasi bahwa kecelakaan diduga terjadi pada Kamis malam, 4 Juni 2026 sekitar pukul 21.23 WIB.

Sementara itu, korban baru dibawa ke rumah sakit beberapa jam kemudian.

Baca Juga  Bapperida Sumut: Bobby Berkantor di Nias untuk Percepat Pemerataan Pembangunan

”Yang menjadi pertanyaan besar bagi kami, selama rentang waktu sekitar tiga jam itu ke mana ayah kami dibawa oleh pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut,” kata Lukas.

Selain itu, keluarga juga mempertanyakan kondisi luka yang ditemukan pada tubuh korban.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, disebutkan tidak terlihat adanya luka robek pada bagian belakang kepala korban.

Namun saat jenazah diterima keluarga, ditemukan luka robek cukup besar pada bagian tersebut.

Sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, keluarga membawa jenazah almarhum ke rumah duka dan kemudian dimakamkan pada siang harinya.

Keluarga berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan segera mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, keluarga juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi, rekaman CCTV, atau mengetahui identitas pria dan dua wanita yang terekam kamera pengawas RSU Sufina Aziz untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan kasus.

”Kami hanya ingin mendapatkan kejelasan dan keadilan atas kematian orang tua kami. Kami berharap siapa pun yang mengetahui informasi terkait kejadian ini dapat membantu agar kasus ini segera terungkap,” tutup Lukas.

Sementara itu Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sri Lestari Widodo saat dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan Laporan tersebut mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus tersebut.

“Kasus tersebut kami atensi dan kami sedang melakukan pendalaman , mohon doanya ya” pungkas Kasat Lantas Polrestabes Medan melalui via WhatsApp, Senin (29/6/2026).