Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Air dari PTPN Mengalir Menggenangi Permukiman Warga Penyangga

3 min read
Air dari PTPN Mengalir Menggenangi Permukiman Warga Penyangga

Air dari PTPN Mengalir Menggenangi Permukiman Warga Penyangga

Banyuasin | Intipos.com Upaya mencuci saluran air anak sungai Betung yang sebagian besar air yang mengalir dari lokasi PTPN VII dianggap tak tuntas dalam pembersihannya, hal itu justru buat warga yang berdomisili di bantaran anak sungai itu mengaku masih was-was, terutama pada malam hari hujannya turun, lantaran jika datang hujan walau tidak lebat tapi waktunya lama bisa luapan airnya masih menggenangi ditempat domisilinya.

“Ya semenjak saya masih anak-anak dan sekarang saya sudah bercucu tak pernah ada air dari saluran itu meluap sehingga sampai merendam rumahnya, tetapi selama setahun terakhir ini jika datang hujan air langsung naik masuk dalam rumahnya”, ujar Makyah yang ketika itu tidak ikut merayakan hari raya Idhul Fitri pada hari pertama.

Beliau mengatakan ketika itu luapan air dari anak sungai Betung itu merendam rumah ini dengan ketinggian air lebih setengah mater, jadi rumah warga yang berada di bantaran anak sungai tersebut terendam semuanya, imbuhnya.

Tokoh masyarakat di Kecamatan Betung, H Suginen saat diminta mengomentari oleh awak media ini terkait keluhan warga yang rumahnya jadi sasaran dari luapan air jika datang penghujan, Dia membenarkan bahwa rumah warga dalam setahun terakhir ini jika datang hujan luapan airnya bisa setinggi pinggang badan orang dewasa pada posisi didataran terendah.

Baca Juga  Polda Riau Diminta Tindak Tegas Aktivitas Arena Judi, di Plaza 88 Kota Pekanbaru

Dampak luapan air hujan tersebut yang terbesar mengalir dari lokasi PTPN, sedangkan dari saluran anak sungai Betung itu tidak lagi mampu menampung debit air, maka meluap dan menggenangi rumah-rumah penduduk.

“Akibat kejadian itu bukan hanya rumah dan barang-barang didalamnya banyak yang rusak, yang lebih parahnya lagi dari rendaman air itu usaha kolam ikan milik warga pun ikut hanyut, bahkan ada rumah warga nyaris batang sawit yang roboh masuk kedalamnya,” terang pak Haji seraya menambahkan lapangan sepak bola didepan rumahnya pun sempat berubah seperti lautan saja ketika itu.

 

 

 

Masih kata pak Haji, hal itu sebenarnya sudah bertahun-tahun terjadi, tapi setelah luapan air sempat menghentikan aktivitas warga bahkan pengguna jalan lintas Sumatera pun sempat terganggu, baru ada upaya dari pemerintah baik RT dari Kelurahan maupun kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel ada niat melakukan perbaikan saluran air yang mengalami pendangkalan dan mirisnya pihak PTPN melakukan cuci saluran anak sungai itu tidak tuntas, jadi wajar jika datang hujan saat ini warga masih ada yang Ketar-Ketir rumah miliknya bakal terendam lagi dan untungnya setiap ada luapan air itu tidak sampai ada makan korban jiwa, tutup pak Haji menyudahi perbincangannya.

Baca Juga  Kapolres Langkat Tunjukkan Kepedulian Sosial Melalui Program Bedah Rumah Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

Lurah Betung, Sudirman ketika itu via telepon sempat dimintai komentarnya terkait luapan air jadi momok masyarakat Penyangga PTPN dikatakan bahwa untuk anggaran dananya tak ada, maka saat terjadi permukiman warga ada yang terendam air kami berkordinasi dengan Ketua RW dan RT untuk berswadaya lakukan pembersihan saluran air yang dangkal dan bila mau membangun gorong-gorong yang jadi penghambat surutnya air dimaksud, jawabnya.

Sementara upaya pihak pemerintah dari kelurahan dan perusahaan pasca banjir terpantau baru melakukan pengerukan saluran air itu, sayangnya masih tidak tuntas, masih ada lokasi sekira 50-100 meter lagi masih ada yang dangkal tidak diteruskan pengerukan ya, tentunya lokasi itu bakal jadi biang kebanjiran permukiman penyangga, menurut alasanya orang PTPN yang ketika itu tak mau disebut namanya itu bahwa oleh pemilik lahan tidak diperbolehkan dilintasi alat berat yang lakukan pembersihan saluran itu, katanya. (waluyo)