Tiket Tambahan Ekonomi Bisnis KMP Raja Dilaut Berubah Jadi Rp50 Ribu, Pengelola Buka Suara
1 min read
Bone | Intipos.com – Pihak PT Juli Rahayu memberikan klarifikasi ihwal polemik tiket tambahan ekonomi bisnis pada KMP Raja Dilaut. Tiket yang semula mencantumkan nominal Rp30 ribu itu tampak dicoret dan diubah dengan tulisan tangan menjadi Rp50 ribu.
Jamaluddin, orang kepercayaan pihak KMP Raja Dilaut dan PT Juli Rahayu, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran internal terkait perubahan nominal pada tiket tersebut.
Menurut dia, hasil penelusuran menunjukkan perubahan harga itu tidak dilakukan oleh anak buah kapal atau ABK.
“Yang mengubah harga tiket itu bukan dari ABK,” kata Jamaluddin, yang akrab disapa Udin, Senin, 31 Agustus 2026.
Udin mengatakan pihaknya telah memberikan teguran kepada para ABK agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia menduga perubahan nominal pada tiket tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Di sisi lain, Udin membenarkan adanya tiket tambahan ekonomi bisnis bagi penumpang yang ingin menggunakan fasilitas ruangan berpendingin udara atau AC.
Fasilitas tersebut antara lain berupa penggunaan sofa dan kasur. Layanan itu dikelola oleh operator kapal.
“Tiket tambahan ekonomi bisnis itu tidak inklop dengan tiket penyeberangan,” ujarnya.
Sebelumnya, KMP Raja Dilaut, kapal feri yang melayani rute penyeberangan Bajoe, Bone, Sulawesi Selatan-Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan setelah muncul dugaan pembebanan biaya tambahan kepada penumpang di luar tarif tiket penyeberangan yang telah ditetapkan.
(RS-intipos)
