Diduga Penyebab Jembatan Baru Membuat Kawasan Permukiman Mulai Tergenang, Dinas BMCKTR Bone Memilih Diam?
2 min read
Bone | Intipos.com – Proyek rehabilitasi jalan di Desa Melle, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memunculkan kekhawatiran di kalangan warga. Sorotan mengarah pada pembangunan jembatan baru yang diduga menjadi penyebab munculnya genangan air di kawasan permukiman ketika debit sungai meningkat.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone, H. Azkar, telah dikonfirmasi terkait keluhan tersebut. Berdasarkan keterangan yang diterima media dari warga, sebelum jembatan lama dibongkar dan diganti, kawasan itu disebut tidak pernah mengalami genangan hingga mendekati rumah penduduk. Namun, setelah jembatan baru dibangun, warga mengaku air mulai menghampiri permukiman setiap kali debit sungai meningkat.
Meski telah dimintai tanggapan, H. Azkar belum memberikan jawaban. Pesan WhatsApp yang dikirim pada Kamis, 9 Juli 2026, terlihat telah diterima dengan tanda centang dua.
Berdasarkan pada papan informasi proyek, rehabilitasi jalan tersebut dibiayai melalui APBD yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran Rp16,5 miliar. Salah satu ruas yang dikerjakan adalah Cirowali–Melle oleh kontraktor pelaksana PT Ridwan Jaya Lestari dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender.
Media ini juga berupaya mengonfirmasi Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Jumran. Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan respons. Pesan WhatsApp yang dikirim juga terlihat telah diterima dengan tanda centang dua.
Hingga berita ini diterbitkan, media tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Sebelumnya diberitakan, Usai jembatan diganti, warga Desa Melle sebut genangan air mulai mendekati rumah.
(RS-Intipos)
