Semangat Kolaborasi Warnai Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara
2 min read
Asahan | Intipos.com – Gedung DPRD Sumatera Utara yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Medan, menjadi saksi khidmatnya pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara.
Agenda yang berlangsung pada Rabu pagi ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Wakil Bupati Asahan, Rianto, yang hadir memenuhi undangan sebagai bentuk sinergitas antarwilayah.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam pidatonya menekankan bahwa peringatan tahun ini bukan sekadar perayaan seremonial tahunan.
Menurutnya, momen ini merupakan pijakan penting untuk memperkuat kolaborasi demi membangun daerah yang lebih berkeadilan dan berdaya saing.
Mengangkat tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, Gubernur mengingatkan kembali sejarah berdirinya provinsi ini pada 15 April 1948 silam.
Kini, dengan kekuatan 33 kabupaten/kota dan populasi mencapai 15 juta jiwa, keberagaman Sumatera Utara dipandang sebagai aset utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam paparan rencana strategisnya, Gubernur Bobby Nasution menjelaskan bahwa arah pembangunan ke depan akan diprioritaskan pada penguatan infrastruktur serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Selain itu, hilirisasi di sektor pertanian, industri, dan pariwisata menjadi target utama dalam mendongkrak ekonomi lokal.
Namun, ia juga memberikan catatan serius mengenai tantangan sosial, khususnya tingginya angka penyalahgunaan narkoba yang memerlukan perhatian kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.
Hadir memberikan dukungan penuh, Wakil Bupati Asahan Rianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Asahan.
Ia berharap agar di usia yang ke-78 ini, Sumatera Utara semakin kokoh dalam semangat persatuan. Sejalan dengan tema kolaborasi yang diusung, Pemerintah Kabupaten Asahan berkomitmen untuk terus menyelaraskan program pembangunan daerah dengan visi Pemerintah Provinsi demi kemajuan bersama.
Rangkaian acara Paripurna Istimewa ini diisi dengan berbagai agenda bermakna, dimulai dari kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya hingga penayangan video dokumenter yang mengulas napas sejarah perjalanan Sumatera Utara.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pendahulu, dilakukan pula penyerahan apresiasi kepada para mantan pejabat daerah serta pemberian penghargaan bagi masyarakat yang telah menorehkan prestasi membanggakan.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat prosesi pemotongan nasi tumpeng dilakukan sebagai simbol rasa syukur. Acara yang turut dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua dan Anggota DPRD Sumut, tokoh lintas agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan ini ditutup dengan sesi foto bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan tertib dan lancar pada siang hari, meninggalkan semangat baru bagi pembangunan berkelanjutan di Bumi Sumatera Utara.(RS)
