Diduga Kuasai Solar Subsidi di Bone, “Baba” Disorot
2 min read
Bone | Intipos.com – Nama “Baba”, warga Desa Aluppang, Kecamatan Takkalala, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan kembali menjadi perbincangan. Ia diduga sebagai salah satu pemain terbesar dalam distribusi solar subsidi di wilayah Kabupaten Bone dan Wajo.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, sebagian besar solar subsidi hasil langsiran di Bone diduga bermuara ke tangan Baba.
“Sebagian besar hasil langsiran di Bone itu lari ke Baba semua,” ujar sumber tersebut, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, Baba disebut mampu mengumpulkan solar subsidi dalam jumlah besar setiap hari. Dalam sehari, volume yang terkumpul diperkirakan mencapai 25 hingga 30 ton.
Tak hanya itu, Baba juga diduga mengoperasikan sedikitnya 18 unit mobil tangki “siluman” yang membawa solar subsidi ke wilayah Sulawesi Tengah. Dari jumlah tersebut, delapan unit disebut merupakan kendaraan pribadi miliknya, sementara sisanya berstatus kontrak melalui perusahaan bernama PT Rezeki Multi Energi.
“Total 18 tangki, delapan milik pribadi dan sepuluh kontrak. Dalam sehari bisa terkumpul 25 sampai 30 ton,” kata sumber itu.
Ia menambahkan, Baba diduga mudah memperoleh solar subsidi di Bone karena berani membeli dengan harga lebih tinggi dibanding pihak lain. Saat ini, harga pembelian disebut mencapai Rp285.000 per jeriken di Bone, dan Rp300.000 jika diantar ke Wajo.
Lancarnya distribusi solar subsidi ke Wajo, khususnya ke Desa Aluppang, menimbulkan pertanyaan. Aktivitas tersebut dinilai sulit terjadi tanpa luput dari pengawasan aparat setempat.
Kecurigaan semakin menguat setelah sebelumnya Baba sempat berkomentar di salah satu media daring dengan pernyataan, “hanya hansip yang tidak saya ajak koordinasi.”
Menanggapi hal ini, pihak Satreskrim Polres Bone melalui Kanit Ekonomi memberikan respons singkat saat dikonfirmasi.
“Sampaikan informasi terkait penyalahgunaan BBM subsidi tersebut kepada kami, terkait siapa dan di mana lokasinya, akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Namun, saat diminta menanggapi dugaan aktivitas pengangkutan solar subsidi yang disebut rutin melintas di jalur poros Bone–Wajo setiap hari, hingga kemungkinan peninjauan langsung ke lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas, pihak kepolisian tidak memberikan tanggapan lebih lanjut.
(Rustan)
