13 Agustus 2026

Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Unjuk Rasa Koptan HKTI di PT BSP Berakhir Rusuh, 5 Warga Luka dan 2 Mobil Rusak

2 min read

Asahan | Intipos.com Aksi demonstrasi oleh ratusan anggota Kelompok Tani (Koptan) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Asahan di kantor PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kisaran berujung bentrok pada Kamis pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

Kerusuhan tersebut mengakibatkan lima orang warga mengalami luka-luka serta dua unit mobil mengalami kerusakan pada bagian kaca.

Kedatangan rombongan warga yang semula berniat menggelar aksi damai ini bertujuan untuk meminta penjelasan dari pihak manajemen PT BSP terkait perusakan posko milik kelompok tani.

Namun, situasi di lokasi berubah tegang ketika massa mendapati akses jalan menuju kantor perkebunan telah diblokade menggunakan kawat berduri dan dijaga ketat oleh puluhan personel satuan pengamanan (satpam) yang dilengkapi benteng tameng, pentungan, serta anjing pelacak.

Ketegangan mulai memuncak saat massa berusaha menerobos masuk dengan memotong barikade kawat berduri.

Baca Juga  Terima Penghargaan dari Kemendagri, Bobby Nasution Komitmen Terus Hadirkan Hunian Layak dan Terjangkau bagi Masyarakat

Tindakan tersebut memicu kemarahan petugas keamanan hingga berlanjut pada aksi saling gertak dan adu mulut di lokasi kejadian.

Diduga tersulut emosi, oknum satpam mulai melakukan tindakan represif dengan memukul warga menggunakan pentungan.

Pihak keamanan juga mengerahkan anjing pelacak untuk memukul mundur rombongan pendemo.

Massa yang terdesak kemudian merespons dengan melempar gelas air mineral, yang dibalas aksi pelemparan batu oleh puluhan satpam.

Bentrokan dan hujan batu antar kedua belah pihak tak terhindarkan selama kurun waktu setengah jam, sebelum akhirnya berhasil diredakan oleh personel Sat Intelkam Polres Asahan.

Di saat situasi mulai mereda, insiden pengeroyokan kembali terjadi terhadap seorang warga bernama Hendra Syahputra (43) yang kala itu mencoba melerai percekcokan rekannya dengan petugas.

Akibat penganiayaan secara bersama-sama oleh oknum satpam tersebut, Hendra mengalami luka robek di bagian pelipis mata kanan serta luka-luka di kepala dan tangan akibat hantaman benda tumpul.

Baca Juga  Hamparan Perak Geger ! RA Ditemukan Tewas Dikebun Tebu

Secara keseluruhan, terdapat lima orang anggota kelompok tani yang mengalami cedera dan langsung dievakuasi ke RSUD HAMS Kisaran untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus menjalani visum.

Selain korban jiwa, dua unit kendaraan termasuk mobil komando pembawa pengeras suara dan armada pengangkut massa mengalami pecah kaca akibat lemparan batu.

Koordinator aksi, Syafruddin Harahap, mengecam keras tindakan otoriter dan represif yang ditunjukkan oleh pihak perusahaan swasta tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihaknya datang secara baik-baik untuk bermusyawarah, namun justru disambut dengan kekerasan.

Syafruddin juga mendesak pemerintah untuk tidak memperpanjang Hak Guna Usaha PT BSP yang dinilainya telah habis, serta memastikan seluruh insiden penganiayaan dan perusakan ini akan dilaporkan secara resmi ke Polres Asahan untuk diproses hukum.(AS)