Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Tiga Korban Kapal Wisata Tenggelam di Sibolga Sudah di Makamkan di Lima Puluh, Ketiganya Satu Keluarga

2 min read
Korban Kapal Wisata Tenggelam di Sibolga Sudah di Makamkan di Lima Puluh

Sibolga | Intipos.com  – Tiga korban meninggal dalam peristiwa tenggelamnya kapal Dolphin dengan nomor lambung 70 di sekitar perairan Pulau Situngkus dan Pulau Mursala, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu, 30 Juni 2024, sudah dimakamkan di Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara pada, Minggu, sekira pukul 11.00 Wib.

Ketiga korban tersebut ternyata merupakan satu keluarga. Ketiganya teridentifikasi bernama Irmayulita, 38 tahun, FM, 11 tahun, dan Ratna, 50 tahun telah dimakamkan dengan khidmat di pemakaman umum di Limapuluh, Kabupaten Batubara. Proses pemakaman ini dihadiri oleh kerabat, teman dan warga sekitar.

Rumah korban Irmayulita dan FM di Jalan Syech Ismail 2 Gg Fortun , Kelurahan Teladan , Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.
Rumah korban Irmayulita dan FM di Jalan Syech Ismail 2 Gg Fortun , Kelurahan Teladan , Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

Diketahui, Dua korban meninggal Irmayulita dan FM merupakan ibu dan anak warga  jalan Syech Ismail 2,Gg Fortun Lingkungan VI Kelurahan Teladan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Sementara Ratna orang tua dari Irmayulita merupakan warga Lima Puluh, Kabupaten Batubara.

Baca Juga  Bobby Nasution Raih Penghargaan Tokoh Penggiat Koperasi Sumut

Insiden tragis ini terjadi ketika kapal wisata yang mereka tumpangi tiba-tiba tenggelam akibat ombak besar yang menghempas kapal meskipun upaya penyelamatan dilakukan dengan segera, namun korban tidak berhasil diselamatkan. Kejadian ini mengguncang warga sekitar dan meninggalkan kesedihan yang mendalam.

Salah satu tetangga korban warga kelurahan Teladan, Kecamatan Kisaran Timur mengungkapkan rasa prihatin dan dukacita mendalam atas kejadian ini.

“Kami terkejut mendengar kabar ini. Soalnya, mereka baru beberapa bulan pindah kemari, apa lagi anak nya itu yg sekolah di perguruan Annahlu tahun ini naik kelas VI SD  rajin kali beribadah dan sering azan di Mushallah. Korban Irmayulita juga dikenal ramah namun jarang keluar rumah. Mungkin karena menjaga karena suaminya kerjanya jauh katanya di PTPN III di Medan.” ungkap Warga.

Baca Juga  Sekdaprov Sumut Ajak Pelaku Usaha Gaungkan Koperasi Bukan Hanya Simpan Pinjam

Warga berharap agar pemerintah dan pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan dan keselamatan dalam operasional kapal wisata di wilayah itu. Selain itu, penting bagi semua pihak untuk memastikan bahwa kapal-kapal yang digunakan memenuhi standar keamanan yang ketat.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan dalam aktivitas wisata laut. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.(Intipos, RS)