Telkom Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Data Pelanggan Seperti Yang Beredar di Pubilk
2 min read
JAKARTA | INTIPOS – Dengan sistem keamanan siber yang terintegrasi, PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) tegaskan bahwa tidak ada kebocoran data pelanggan IndiHome seperti isu yang berkembang di publik pada pekan lalu.
Hal itu juga disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa tidak terdapat temuan yang mengandung data nomor IndiHome yang valid ketika dilakukan pendalaman.
Selain itu tidak ada sistem di Telkom yang menyimpan riwayat pencarian (browsing history) dan data pribadi pelanggan secara berdampingan.
SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza, menyampaikan setelah dilakukan penelusuran dan investigasi menyeluruh, pihaknya meyakini bahwa tidak ada kebocoran data pelanggan di sistem dan ini 100% merupakan data yang difabrikasi oleh pihak maupun oknum yang ingin memojokkan Telkom.
“Keseluruhan data pelanggan kami simpan di dalam sebuah sistem keamanan siber yang terintegrasi dan dikelola berdasarkan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku,” jelas Ahmad Reza dalam kegiatan press conference bersama VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture Telkom Rizal Akbar dan EGM Divisi Information Technology Telkom Sihmirmo Adi di Telkom Landmark Tower, Senin (22/8/22) Jam 13.30 Wib.
Hal senada juga dikatakan Rizal Akbar selaku VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture Telkom, bahwa data yang beredar saat ini mencantumkan nomor IndiHome yang tidak valid, baik dari jumlah digit maupun format penomoran.
Adapun terkait data browsing history, Telkom menyimpan data tiga bulan terakhir sesuai peraturan perundangan yang berlaku untuk memastikan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan, di antaranya UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan PP No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
“Tidak ada niat Telkom untuk mematai-matai atau mengambil manfaat dari data historis maupun data pribadi pelanggan,” Ucapnya.
Sebagai perusahaan terbuka yang dual listing, Telkom mematuhi etika bisnis, compliance dan tata kelola perusahaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
”Syukur Alhamdulilah tidak terjadi peretasan data pada sistem kami dan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menjaga suasana kondusif sehingga dapat kami pastikan bahwa data yang beredar di publik adalah bukan data kami. Kami akan terus berupaya meningkatkan pengamanan data pelanggan dan menjadikan hal ini sebagai prioritas utama demi meningkatkan kenyamanan pelanggan,” tutupnya. (ARV)
