Rutan Kelas I Labuhan Deli Gelar Perayaan Natal Bagi Warga Binaan
2 min read
MEDAN – Suasana penuh sukacita dan kehangatan menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli saat dilaksanakannya Perayaan Natal Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum rohani yang bermakna bagi para warga binaan dalam merayakan kelahiran Yesus Kristus, meski berada di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Perayaan Natal dilaksanakan dengan penuh khidmat, diikuti oleh warga binaan beragama Kristen serta jajaran petugas Rutan Labuhan Deli. Ibadah Natal berlangsung tertib dan penuh penghayatan, diiringi doa, pujian, serta pesan-pesan rohani yang menyejukkan hati.
Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli, Eddy Junaedi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Natal ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian dan rohani bagi warga binaan. Ia menegaskan bahwa setiap warga binaan memiliki hak untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya serta mendapatkan pembinaan spiritual sebagai bekal perubahan diri ke arah yang lebih baik.
“Perayaan Natal ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen refleksi dan penguatan iman. Kami berharap, melalui perayaan ini, warga binaan dapat menumbuhkan semangat pengharapan, introspeksi diri, serta tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ujar Eddy Junaedi.
Lebih lanjut, Karutan juga mengajak seluruh warga binaan untuk memaknai Natal sebagai ajakan untuk hidup dalam kasih, kedamaian, dan saling menghormati, baik sesama warga binaan maupun kepada petugas. Ia menegaskan bahwa proses pembinaan di Rutan Labuhan Deli tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembangunan mental dan spiritual.
Perayaan Natal WBP ini berlangsung dengan suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen Rutan Kelas I Labuhan Deli dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh warga binaan.
Melalui perayaan Natal ini, diharapkan warga binaan dapat merasakan kehadiran kasih dan perhatian negara, serta menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menjalani masa pidana.
