Romantisnya Bupati dan Ny Henny Baharuddin Dampingi Penyerahan Sapi Presiden
2 min read
Bupati dan Ny Henny Baharuddin Dampingi Penyerahan Sapi Presiden
BATU BARA | Intipos.com – Momen Idul Adha tahun ini tidak hanya sarat makna spiritual dan sosial, tetapi juga menampilkan potret kepemimpinan yang hangat, penuh kasih, dan menyentuh hati. Di tengah gemuruh takbir dan suasana haru penyembelihan hewan qurban, tampak sepasang pemimpin Kabupaten Batu Bara yang berjalan berdampingan — Bupati H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si dan sang istri tercinta yang juga Ketua TP PKK, Ny. Henny Heridawaty Baharuddin.
Keduanya hadir langsung menyaksikan pemotongan hewan qurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dilaksanakan di Masjid Bahar Zein, Kecamatan Sei Balai, Sabtu (7/6/2025). Tak sekadar hadir, pasangan pemimpin ini membawa aura kehangatan dan keteladanan dalam balutan cinta dan pengabdian.
Dalam suasana pagi yang syahdu, Bupati menyerahkan secara langsung sapi jenis Limosin berbobot 956 kg dari Presiden kepada Panitia Qurban Masjid Bahar Zein. Penyembelihan hewan qurban ini bukan semata seremoni, melainkan wujud nyata solidaritas dari pemerintah pusat kepada rakyat. Diperuntukkan bagi fakir miskin, bilal mayit, penggali kubur, pengurus masjid dan warga kurang mampu, qurban ini menjadi berkah yang ditunggu-tunggu masyarakat.
> “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Qurban ini bukan hanya simbol perhatian negara, tapi juga bentuk cinta kepada rakyat kecil,” ujar Baharuddin dengan suara lirih namun penuh keyakinan.
Di sampingnya, Ny. Henny tampak anggun dalam balutan sederhana. Ia menyapa para ibu, berbincang hangat dengan anak-anak yang turut hadir. Tatapan matanya menunjukkan kepedulian, tangannya merangkul warga, hatinya hadir bersama rakyat. Di balik perannya sebagai Ketua TP PKK, tampak peran istri yang setia, mendampingi sang pemimpin dalam suka dan duka, dalam ibadah dan pengabdian.
Bersama Wakil Bupati Syafrizal, SE, M.AP dan Ny. Leli Syafrizal, suasana menjadi semakin hangat — seperti sebuah keluarga besar yang tak mengenal jarak antara pemimpin dan masyarakat. Di sinilah romantisme kepemimpinan itu hadir: ketika cinta suami-istri tak hanya tercermin dalam rumah tangga, tetapi menjelma menjadi energi pelayanan publik yang tulus dan membumi.
> “Kehadiran langsung pemimpin daerah bersama istri dalam penyembelihan hewan qurban dari Presiden adalah gambaran nyata kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga emosional dan spiritual,” ujar seorang tokoh masyarakat yang hadir.
Ketika pemimpin tidak hanya memerintah dari balik meja, tetapi menapak tanah yang sama, menghirup udara yang sama, dan meneteskan air mata haru yang sama, di situlah rakyat merasa memiliki harapan. Bahwa masih ada pemimpin yang memimpin dengan cinta. Bahwa di tengah hiruk pikuk kekuasaan, masih ada ruang untuk kasih sayang — bahkan dalam penyembelihan qurban, sekalipun.
Qurban dan kasih sayang. Dua hal yang tak terpisah dari semangat Idul Adha. Dan di Batu Bara, keduanya mewujud nyata dalam langkah sepasang pemimpin yang berjalan bersama — dalam cinta, dalam ibadah, dan dalam pengabdian untuk rakyat. (Zul)
