Ratusan Massa Unjuk Rasa di DPRD Lahat
3 min read
Ratusan Massa Unjuk Rasa di DPRD Lahat
LAHAT | Intipos.com – Ratusan massa demonstran yang mengatasnamakan Aliansi Organisasi Kepemudaan (OKP) Bersatu Peduli Rakyat di Kabupaten Lahat mendapat pengawalan ketat dari pihak keamanan baik dari Polres Lahat, TNI dan Sat-Pol PP saat menyampaikan orasi di Jalan Protokol H. Burlian depan Kantor DPRD Lahat beberapa saat yang lalu.
Unjuk rasa massa dari GMNI, Sapma, Pemuda Muhammadiyah dan HMI Cabang Lahat yang dimulai pukul 09.45 wib, guna menyampaikan aspirasi terkait berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Lahat semasa dipimpin oleh Cik Ujang-Haryanto (Cahaya) mengantarkan Pemkab Lahat mendapat raport warna merah.
Terpantau di lokasi, seyogyanya digelar di halaman Kantor Bupati dan tujuan aksi akan memberikan Raport Merah pada Bupati Lahat ini, namun karena rapatnya barisan blokade petugas yang menggunakan peralatan lengkap, maka aksi hanya digelar di ruas jalan, tepatnya di jalan depan Kantor DPRD Lahat.
Kendati demikian, aksi tetap dilanjutkan dengan membacakan tuntutan untuk didengar oleh Bupati Lahat. Adapun tuntutan massa itu diantaranya, pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lahat yang masih jauh dari kata selesai, batu-bara meningkat, namun akses jalan banyak yang rusak, tingginya tingkat gangguan kesehatan akibat debu hitam batu-bara.
Kemudian realisasi dana CSR tidak transparan, janji akan ada Kampus Negeri di Lahat tidak terbukti, Dana Desa (DD) dari Rp 500 juta- Rp 2 Milyar tak pernah terlihat.
Aspirasi titipan masyarakat, jalan transmigrasi mulai SP 6, 3, 4, 5, 7 dan 8 Palmbaja seperti kubangan kerbau, pengelolaan pendapatan asli daerah yang banyak bocor, dicontohkan tentang retribusi parkir, retribusi rumah makan, retribusi hotel dan BPHTB Tahun 2013 dulu retribusi parkir itu 500 juta, kabarnya sekarang cuma 150 juta, ini tahun 2023. Lalu harga air PAM Lahat termahal di Sumsel, tahun 2022 naik 100% padahal kaffah resmi menunda kebaikan,” tegas Ahmad Ferli, selaku Ketua GMNI dalam orasinya.
Sementara Sundan sebagai Ketua Gemapala menyebut bahwa mereka berdemo itu sengaja memberikan Raport Merah Bupati Lahat saat ini. Penyelenggaraan sistem pendidikan yang menempatkan pelajar hanya sebagai objek dari kepentingan kekuasaan yang berdampak pada mutu pendidikan yang rendah.
“Selain itu, carut marutnya pemanfaatan sumber daya alam yang lebih pro terhadap oligarki yang berdampak pada kesewenang-wenangan pengusaha terhadap hak-hak hidup sehat terhadap masyarakat sekitar tambang, dipengaruhi dengan pengelolaan dana CSR yang syarat dalam kepentingan penguasa”, ungkapnya dengan lugas di hadapan massa dan petugas.
Senada diungkap oleh Syaikh Ketua Sapma Lahat menyuarakan, jika abaikan Pemerintah Kabupaten Lahat terhadap persoalan petani, khususnya yang berkenaan dengan penyaluran pupuk yang tidak tepat sasaran serta harga yang mahal.
“Begitu juga dengan banyaknya pembangunan yang hanya menghambur-hamburkan APBD tanpa mempertimbangkan atas kemanfaatan bagi masyarakat”, terangnya.
Tak hanya itu, Syaikh dengan jelas menambahkan bahwa gerakan mereka tidak ditunggangi oleh pihak manapun, kecuali gerakan hati rakyat.
“Kami para pemuda yang hadir dan bersuara hari ni, adalah murni atas kehendak kami sendiri serta tidak ada perintah dari pihak manapun. Sekali lagi kami tegaskan, bahwa kami menyampaikan aspirasi ini tidak ada muatan kepentingan suapa pun selain panggilan hatu. Di sini hadir para Ketua OKP yang ikut aksi, boleh tanya pada mereka”, tegasnya.
Lain lagi dengan Emil Asyari selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Lahat, dirinya lebih menyoroti dan menilai bobroknya sistem tata kelola pemerintah.
“Sehingga berdampak pada banyaknya sengketa administrasi pejabat Kabupaten Lahat yang terjadi di PTUM tahun 2022. Dengan begitu, kami sebagai pemuda Lahat menilai Bupati Lahat saat ini gagal dalam membangun Lahat”, pungkas Emil, yang kemudian dilanjutkan lagi dengan nada protes terhadap Pemkab Lahat oleh orator dari OKP lainnya.
Usai berorasi, massa kemudian beristirahat dengan tertib dan meminta Bupati Lahat, Cik Ujang untuk menemui dan menanggapi tuntutan mereka.
Kelang sekitar 15 menit, tampak Bupati Lahat, Cik Ujang bersama Wakilnya, Haryanto menemui mereka dan berinteraksi dengan massa. Setelah berdialog, Bupati Lahat dan rombongan meninggalkan lokasi demo. Para demonstran, pun segera undur diri dengan tertib. (rilis-SMSI lahat)
