Puskesmas Gondosari Pacitan Laksanakan Vaksinasi Kepada Perangkat Desa
2 min read
INTIPOS | Pacitan – Vaksinasi COVID-19 sudah dimulai, diawali dengan vaksinasi kepada Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (13/01/2021) lalu, Hal tersebut menandakan dimulainya vaksinasi untuk tenaga kesehatan,TNI/Polri hingga ke elemen masyarakat.
Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dilakukan di setiap fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit hingga Puskesmas, tak terkecuali Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Pacitan.
Baca juga : Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Kantor Dinkes Bone Dengan Pengamanan Ekstra Ketat
Ada sekitar 64 orang Perangkat Desa hingga Kepala Desa melaksanakan Vaksinasi Covid 19, Semua itu dari 4 Desa yaitu Gondosari,Ploso,Tinatar dan Kebonsari.
Vaksinasi dilakukan bertahap dan ini adalah tahap pertama bagi Perangkat Desa, Alasan kenapa perangkat Desa yang didahulukan, karena mereka bersingungan langsung serta turut serta menjadi garda terdepan dalam sosialisasi penerapan prokes di masyarakat.
Baca juga : https://indocybernews.com/plt-gubernur-sulsel-minta-gaji-honorer-pemprov-segera-dicairkan/
“Puskesmas Gondosari yang membawahi 4 Desa sengaja mendahulukan para perangkat Desa mulai dari Kepala Dusun hingga Kepala Desa, menimbang mereka adalah pelayan masyarakat dan sering kali kontak langsung dengan pasien, sehingga kita dahulukan di vaksinasi,”ujar Kepala Ouskesmas Gondosari dr.Johan TP di sela-sela pelaksanaan vaksinasi, Selasa (02/03/2021).
“Ke 64 orang Perangkat Desa yang divaksinasi. Mereka diberikan 2 dosis. Dosis keduanya nanti setelah 14 hari terhitung dari pemberian vaksinasi pertama,”tambahnya.
Tahapan vaksinasi dilakukan melalui 4 meja, antara lain meja 1 pendaftaran, meja 2 Skrining, meja 3 Vaksinasi, meja 4 Observasi. Vaksinator yang bertugas sebanyak 5 sampai 6 orang yang terdiri dari dokter, bidan, perawat dari Puskesmas tersebut
dr. Johan menambahkan tidak ada keluhan dari perangkat desa yang divaksinasi di hari pertama, mereka merasa enak dan tidak ada efek samping seteah di vaksin, Jika timbul dampak setelah divaksinasi, para perangkat desa diimbau segera lapor ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Jangan ada kekhawatiran terhadap vaksin yang diberikan karena telah melalui tahap uji coba dah hasilnya tidak ada hal-hal yang menimbulkan keresahan dan tidak ada yang harus dikhawatirkan, Selain itu untuk protokol kesehatan kita harus tetap ikuti walau sudah melaksanakan vaksinasi,”kata dr Johan.
“Masyarakat harus tahu kalau COVID-19 memang ada dan dampaknya nyata dirasakan. Vaksinasi menjadi upaya yang baik untuk mencegah penularan,”tandasnya.
Vaksinasi COVID-19 disambut baik oleh para perangkat desa, Salah satu Kepala Desa Tinatar Himo Wahyudi mengaku dengan vaksinasi tersebut dapat mencegah penularan virus corona
“Optimis ini (vaksinasi) untuk pencegahan. Serta selesai di vaksin tidak merasakan efek samping yang seperti saya bayangkan, Alhamdulillah aman dan saya tetap semangat,”ungkapnya.(tyo)
