Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Poldasu Gerebek Eksplorasi Pertambangan Ilegal Pardede di Siantar

2 min read
Pertambangan Ilegal Pardede di Siantar

Pertambangan Ilegal Pardede di Siantar

Pematang Siantar  | Intipos.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Poldasu) gerebek lokasi pertambangan ilegal di kawasan Tanjung Tongah, Pematang Siantar, Selasa (27/2/2024) sekitar Jam 14.00 WIB.

Diketahui, eksplorasi pertambangan tersebut tidak mengantongi izin, bahkan sudah beberapakali disegel dan mendapat teguran pemberhentian operasi dari pihak pemerintah maupun aparat penegak hukum setempat namun tidak ditolerir.

Pantauan intipos.com, tampak tumpukan material hasil galian C memenuhi area pertambangan. Para pekerja menghentikan mobilitas eksploitasi sembari melarikan diri pasca rombongan polisi melakukan penggerebekan.

Suasana sempat memanas akibat pemilik pertambangan melawan ketika hendak dilakukan penahanan. Alhasil, pihak kepolisian sukses mengamankan 6 orang tersangka berikut barangbukti 1 unit alat berat eskavator serta 1 unit dumb truck.

Baca Juga  Pj Gubernur Hassanudin Pimpin Apel Perdana Usai Liburan Idulfitri 1445 H

Sementara, salah satu polisi yang berpakaian sipil ketika diwawancarai dilokasi menyebutkan bahwa penangkapan itu berdasarkan laporan dari masyarakat atas pertambangan ilegal yang sudah cukup lama beroperasi.

“Setelah kita introgasi pemilik pertambangan galian C ini tidak dapat menunjukkan izin eksplorasinya. Berartikan ini ilegal yang merugikan negara dan merusak alam. Atas dasar tersebut, kita menahan 6 orang tersangka, 1 unit alat berat eskavator dan 1 unit dumb truck. Tersangka dan barang bukti akan kita bawa ke Mapoldasu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Selanjutnya, tampak 5 pria berpakaian sipil mengaku dari Poldasu, sedang berada di lokasi tambang. Salah satu dari mereka menyebut, penggerebekan dipimpin oleh Kanit (Kepala Unit) bernama Muliadi. Ia meminta jurnalis untuk menemui Muliadi di Kompi B Brimob Siantar.

Baca Juga  Gelar Tabligh Akbar, Sekda Asahan Ajak Masyarakat Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah

Sedangkan keberadaan mereka yang masih di lokasi tambang liar, guna menunggu operator alat berat agar alat berat tersebut dapat dibawa untuk diamankan.

“Sekarang mereka (petugas) menunggu supir yang bisa membawa alat berat ke Brimob,” ucap pria lainya. (Srgh)