Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Peringati Hari Tuberkulosis, YMMA Asahan dan Dinkes Asahan Gelar Dialog Bersama Bahas TBC

2 min read
YMMA Asahan dan Dinkes Asahan Gelar Dialog Bersama Bahas TBC

YMMA Asahan dan Dinkes Asahan Gelar Dialog Bersama Bahas TBC

Asahan | Intipos.com  – Memperingati Hari Tuberkulosis (TBC) se-Dunia setiap tanggal 24 Maret, Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) Asahan sebagai komunitas peduli TBC bersama Dinas Kesehatan Asahan menginisiasi kampanye eliminasi tuberkulosis (TBC) tahun 2030.

Pada momentum kali ini, peringatan hari TBC se-Dunia bertepatan di bulan puasa Ramadhan. Serangkaian kegiatan pun dilakukan.

Kegiatan diawali dengan menggelar Dialog Bersama dengan tema “Menuju Indonesia Bebas TBC 2030” di Aula Cafe Bali Lestari Jalan Rivai, Kota Kisaran yang dihadiri Perwakilan Lurah Selawan, Dokter Sp Paru, Petugas TBC Puskesmas Mutiara, Petugas TBC Puskesmas Gambir Baru, Petugas TB RSUD HAMS, Petugas TB RS Setio Husodo.

Selanjutnya melakukan kampanye terbuka diiringi pembagian takjil kepada masyarakat dan pembagian Pot Sputum (Alat Tampung Dahak) di Taman Mantri Ma’djizat, Kota Kisaran pada Minggu, 24 Maret 2024.

Kemudian secara berkala, YMMA Asahan bersama Dinas Kesehatan juga melakukan skrining gejala TBC, serta buka puasa bersama di Cafe Bali Lestari di Jalan Rivai, Kota Kisaran.

Baca Juga  Tepung Tawari Calon Jemaah Haji, Bobby Nasution: Jaga Kesehatan, Kekompakan, dan Nama Baik Sumut

Dalam dialog bersama itu, Ketua YMMA Asahan Nurul Huda menjelaskan bahwa persoalan TBC harus terus menjadi perhatian bersama. Berdasarkan data yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) Global TB Report, ada 834.000 insiden (kasus baru) di Indonesia pada 2010 yang meningkat menjadi 842.000 di tahun 2019 dan puncaknya mencapai 1.060.000 kasus pada 2023.

Mengingat bahwa penyakit yang telah ditemukan tahun 1882 itu masih menjadi persoalan, khususnya di Asahan yang menargetkan eliminasi TBC sebelum tahun 2030. Kini hanya tersisa enam tahun lagi untuk mencapai target Eliminasi TBC di Indonesia. “Karenanya, kita menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam perjuangan melawan TBC untuk bersatu melipatgandakan upaya mengakhiri TBC,” kata Nurul.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Asahan yang diwakili Kabid P2PM Fahrizal Pohan mengatakan Pemkab Asahan berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya penderita TBC, dengan menyediakan fasilitas, tenaga, dan obat-obatan yang memadai.

Baca Juga  KOMBAT Sumut: Tempo Setop Sebarkan Kebohongan

“Pemerintah Kabupaten Asahan juga mendukung program-program yang dilakukan oleh YMMA Asahan, seperti skrining, sosialisasi, dan pendampingan, dengan memberikan bantuan dan koordinasi yang diperlukan,” ungkap Fahrizal didampingi Kasie P2PM Harmein Harahap dan Wasor TB Dinkes Asahan Rudi Nasution.

Dengan digelarnya dialog bersama ini, kata Fahrizal, diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara YMMA Asahan dan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam upaya penanggulangan TBC.

Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mencegah dan mengobati TBC, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita TBC. Dengan demikian, visi untuk mewujudkan Kabupaten Asahan yang sehat dan bebas dari TBC dapat tercapai.(Amy Sinaga)