Pembangunan Tanggul di Desa Cempa Di Protes, OK Tata : Dibangun Tanpa Kompromi Ke Warga
2 min read
Pembangunan Tanggul di Desa Cempa Di Protes
Langkat || Intipos.com – Ketua Forum Aliansi Mahasiswa Pemuda Langkat OK Tata Putra yang juga wakil bendahara PB.Himpunan Mahasiswa Langkat itu mengkritik proyek Pembangunan tanggul antisipasi banjir yang berbatasan antara Desa Cempa dengan Desa Batu Melenggang yang dibangun tanpa adanya kompromi terlebih dahulu dengan warga sekitar. Minggu (21/05/2023)
OK Tata Putra yang juga Tokoh Pemuda Desa Batu Melenggang warga Dusun VIII Pandang Kedondong Desa Batu Melenggang Kecamatan Hinai mengungkapkan, Masalah kembali muncul Akibat pembangunan tanggul tersebut, yang mana saat pantauan dilapangan salah satu permasalahannya ini adalah tanggul menipu, parit yang mana daerah ini rawan tenggelam (banjir) disaat musim penghujan.
“Kalau hujan air mengalir melalui parit, tapi saat ini parit ditutup dan di buat tanggul, hanya di beri pipa paralon dengan ukuran lebih kurang 8 inci, sudah pasti saat hujan daerah ini akan tenggelam dan banjir karena air tidak dapat mengalir terhalang tanggul,” ucap Tata Putra.
Menurutnya, parit ini sudah ada sejak lama, warga juga sudah mengusulkan ke pemerintah desa dan Kecamatan untuk dilakukan normalisasi, agar dimusim penghujan tiba parit dapat menampung debit air dan mengalir dengan lancar kesungai. Namun saat ini, parit di tutup dengan pembuatan tanggul. .
“Jika parit ditutup, sudah pasti timbul masalah baru, warga di dusun VIII Batu Malenggang akan kebanjiran saat musim hujan, karena tidak ada saluran pembuangan,” tambah tata putra.
Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Batu Malenggang Dedi Syahputra.S.Kom, dirinya mengatakan, saat musim penghujan daerah ini rawan banjir, dan kita sudah mengusulkan untuk dilakukan normalisasi.
“Sudah kita ajukan untuk dilakukan normalisasi, namun tanpa koordinasi pihak Desa Cempa membuat tanggul dan menutup parit yang ada, akses saluran air hanya diberi pipa paralon berukuran kecil,” ucap Dedi.
Hingga ditunggu beberapa waktu, Sekretaris Desa (Sekdes) Cempa Heri SH mengatakan, Kepala Desa lagi berada di luar dan tidak bisa bertemu, bahkan dirinya enggan memberi keterangan terkait proyek DD pembuatan tanggul di Dusun I Desa Cempa.
Selain dapat menimbulkan masalah baru bagi masyarakat dan warga yang tinggal di Dusun VIII Desa Batu Malenggang, pembuatan tanggul ini juga menuai kritikan masyarakat, dimana pengerjaan tanggul terkesan asal jadi demi mencari keuntungan.
“Coba Abang lihat, pengerjaannya terlihat asal-asalan, kita juga kecewa dengan pengerjaan proyek tanggul ini, kita harap unsur Forkopimcam meninjau ulang keberadaan tanggul ini, karena akan berdampak pada warga desa sebelah,” ucap aji (32) salah seorang warga yang ditemui melintas disekitar tanggul. (Ay29)
