Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Miris ! Anak-Anak Pekon Belajar Daring di Atas Pohon

2 min read

INTIPOS.COM | Tanggamus – Miris ! Anak-anak Pekon Tampang Muda Kecamatan Pematang Sawah Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, ditengah wabah pandemi corona virus cara belajar anak-anak dengan sistem jarak jauh (Daring) secara virtual masih terkendala masalah signal seluler, walaupun harus naik pohon, karena jaringan internet susah loadingnya.

Beginilah pemandangan yang terlihat dialami setiap hari oleh para pelajar, bahkan bukan saja anak-anak bahkan orang dewasa pun harus rela bergantian naik pohon, setinggi tiga meter demi mendapatkan signal seluler, ucap Aria (13 tahun) salah satu pelajar yang sempat berbincang dengan awak media ini beberapa saat yang lalu.

Baca juga Pandemi Covid 19, Batalyon C Pelopor Dukung Kecerdasan Kehidupan Bangsa

Aria menambahkan, di Pekon/Desa Tampang Muda Kecamatan Pematang Sawah Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung ini tidak mudah mendapatkan signal seluler dan tidak sitiap tempat juga ada signal, sekalipun kami memanjat pohon, maka ditempat yang satu inilah banyak dipakai para pelajar belajar dengan sistim jarak jauh saat ini, tetapi bukan hanya para pelajar saja yang pakai tempat itu, namun masyarakat umumpun di Pekon ini jika ingin berkomunikasi menggunakan telepon dengan keluarganya.

 Hal senada diungkapkan warga setempat yang namanya tidak mau dipublikasikan menggatakan, kalau disepurtaran pohon tersebut titik yang mendapatkan signal seluler dan Pekon atau Desa kami ini memang termasuk terisolir di Kabupaten Tanggamus, maka sangat sulit mendapatkan informasi dari dunia luar apalagi mengakses internet guna berkominikasi dengan sanak saudara diluar pekon ini,” katanya

Seorang pelajar Epan (14) menceritakan suka duka dalam pencarian signal handphone seluler dan terkadang kami harus rela mengantri untuk naik diatas pohon tersebut, karna bila terlalu banyak yang memanjat khawatir dahan pohon tak mampu untuk menopang tubuh kami, terangnya kepada Awak media ini dilokasi, Rabu kemarin.

“Kalau cuacanya lagi bagus kami sangat senang karna suara telpon nya lebih jernih dan jelas didengar, namun jika disaat cuaca lagi kurang bersahabat, suara telp kami suka gak jelas dan terputus putus,” tutupnya sembari berharap dengan Pemerintah Pusat maupun Kabupaten Tanggamus untuk bekerjasama dengan provider agar dipasang tower untuk memudahkan kami berkomunikasi (belajar) daring. (waluyo)