Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Minta Kapolres Bone di Copot , GMPK Desak Kapolda Sulsel Usut Dugaan Praktik Mafia Solar

2 min read
Gerakan Mahasiswa Pejuang Kerakyatan (GMPK) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel

Gerakan Mahasiswa Pejuang Kerakyatan (GMPK) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel

Makassar | Intipos.com – PB – Gerakan Mahasiswa Pejuang Kerakyatan (GMPK) Sulsel menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel, Senin (19/12/22).

Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Gerakan mahasiswa pejuang Kerakyatan , mendesak Kapolda Sulsel usut tuntas dugaan mafia solar di Sulawesi Selatan khususnya di kabupaten Bone dan mereka juga mendesak Kapolda Sulsel segera mencopot Kapolres Bone.

“Kami mendesak Kapolda Sulsel segera membentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas semua pihak yang terlibat dugaan penimbunan BBM Solar di Desa Buluh Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, kata Dandi jenderal lapangan.

Lebih lanjut, aksi ini adalah upaya menginformasikan pihak berwenang untuk proaktif tuntaskan persoalan penyimpanan BBM bersubsidi yang masih marak terjadi di Sulsel, khususnya di desa Buluh Tanah.

Baca Juga  Optimalkan Pelayanan Publik Rutan Tanjung Pura Bagikan Paket Bantuan Sosial Untuk Dukung Kesejahteraan Keluarga Warga Binaan

Berdasarkan temuan dan laporan masyarakat, dugaan penimbunan solar di Desa Bulu Tanah, Kecermatan Kajuara, Kabupaten Bone diperkuat dengan rekaman video aktifitas Penimbun menyimpan solar bersubsidi dalam jerken,” pungkas Dandi.

Gerakan mahasiswa pejuang Kerakyatan (GMPK) Sulsel akan terus melakukan pengawalan dan akan kembali mengawal kasus penimbunan mafia BBM tersebut dengan massa aksi yang lebih banyak .

“Kami akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dan mengundang seluruh elemen sampai kasus ini terungkap dengan jelas,” tegas Dandi.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bone, AKBP Ardyansyah ,S.IK.,M.Si mengatakan pada Selasa 20/12/22, ” kita sudah melakukan pengecekan yang bersangkutan tetapi di lokasi dalam keadaan kosong. Ya wajar kalau masyarakat tidak merasa puas dan keberatan, nanti tim internal kami turun melakukan pengecekan di sini apakah memang melakukan pembiaran atau ada perbuatan dengan kami nanti biar kami independen, kalau saya sampaikan yang normatif nya saja tetapi kita sudah melakukan pengecekan, mungkin saja kemarin ada, itu mungkin tetapi kami sudah melakukan pengecekan tetapi sudah dalam keadaan kosong,” ucapnya. (A.Hedar)

Baca Juga  Korem 121/Abw Gelar Tes Kesegaran Jasmani untuk Prajurit