Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

KOMBAT Sumut: Tempo Setop Sebarkan Kebohongan

2 min read


Medan | Intipos.com
– Ratusan massa memprotes pemberitaan majalah Tempo yang dinilai merendahkan martabat Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

 

Aksi protes dilakukan kader Komando Bela Tanah Air Sumatera Utara (KOMBAT Sumut) dalam aksi damai di Jalan Balai Kota, tepatnya di depan Kantor Pos Indonesia (Posbloc) Medan, Kamis (16/4/2026).

 

Massa aksi sempat membakar majalah Tempo edisi yang memuat visual Surya Paloh digambarkan berjalan letih dan lemas. Pembakaran majalah sebagai ungkapan kekecewaan, massa KOMBAT turut meminta Tempo stop sebarkan kebohongan.

 

Ketua Harian KOMBAT Sumut, Andika Sitepu menegaskan kehadiran massa merupakan inisiatif spontan sebagai wujud kekecewaan terhadap isi dan visual sampul majalah yang dinilai merendahkan tokoh nasional.

 

“Kehadiran kami di sini atas dasar kekecewaan terhadap Tempo. Cover itu seakan menggambarkan Pak Surya Paloh tidak mampu lagi memimpin partai karena faktor finansial, padahal beliau sangat kuat, bahkan termasuk salah satu ketua umum partai terkaya,” ujar Andika dalam orasinya.

Baca Juga  Wagub Sumut Ajak KAKAMMI Jadi Garda Terdepan Cegah Narkoba dan Perkuat Generasi Muda

 

Ia menegaskan keberadaan Partai NasDem yang didirikan Surya Paloh bertujuan membawa perubahan bagi bangsa, serta mendapat dukungan yang terus meningkat dari masyarakat dalam setiap pemilu.

 

“Kalau untuk membeli majalah Tempo, takperlu Bapak Surya Paloh, karena kami saja sanggup untuk membelinya,” tuturnya.

 

Menurut Andika, pihaknya menilai pemberitaan Tempo tidak sesuai fakta dan telah mencederai nama baik Surya Paloh. Ia menegaskan KOMBAT tetap menghormati kebebasan pers, namun meminta media menjalankan fungsi jurnalistik secara berimbang dan beretika.

 

Baca Juga  Kapolres Langkat dan Forkopimda Gelar Silaturahmi Kasus Saling Lapor Berakhir Damai Lewat Musyawarah

“Kami menghormati media dan kode etik jurnalistik. Tapi media tidak boleh menyebarkan informasi yang tidak benar (berita bohong). Ini yang membuat kami marah dan kecewa,” ujarnya.

 

Andika turut mengungkapkan kemarahan kader terhadap apa yang dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap tokoh bangsa. Ia bahkan menyebut adanya rencana aksi lanjutan apabila pihak Tempo kembali memuat pemberitaan yang dinilai merugikan.

 

Dilokasi, aksi berlangsung damai turut diwarnai pembakaran majalah Tempo edisi yang memuat visual Surya Paloh. Tindakan itu disebut sebagai simbol protes atas pemberitaan yang dianggap tidak objektif.

 

Meski demikian, massa tetap menyatakan komitmen untuk menyampaikan aspirasi secara damai, sembari mendesak Tempo agar lebih berhati-hati dalam menyajikan informasi kepada publik.(Ay29)