Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Hadir Tanpa Atribut Kekuasaan, Bupati Langkat Hadir sebagai Kunci Perdamaian

2 min read

Langkat | Intipos.com Peran Bupati Langkat dalam meredam konflik yang sempat menjadi perhatian publik kembali menuai apresiasi. Dalam pertemuan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Langkat pada Sabtu malam, 19 April 2026, pukul 20.00 WIB, upaya mediasi yang difasilitasi langsung oleh Bupati berhasil menghasilkan kesepakatan damai antara para pihak yang bersengketa.

 

Dengan menghadirkan unsur Forkopimda Plus, pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk menyelesaikan persoalan LB siswi SMA yang sebelumnya viral di media online. Proses dialog berlangsung dalam suasana kondusif, terbuka, dan mengedepankan prinsip keadilan serta kemanusiaan.

 

Kehadiran Bupati Langkat tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penyejuk di tengah situasi yang sempat memanas. Ia menunjukkan keteladanan dengan secara sadar melepaskan atribut kekuasaan yang melekat pada jabatannya. Dengan mengenakan pakaian sederhana dan tanpa simbol formalitas, Bupati memilih duduk sama rata bersama para pihak—LB bersama ayahnya dan pihak PIB—sebagai bentuk penghormatan terhadap kesetaraan dalam proses mediasi.

Baca Juga  Lapas Kelas I Medan Gelar PORSENAP Peringati HBP ke-62

 

Sikap tersebut menjadi pesan kuat bahwa penyelesaian konflik tidak harus dibangun di atas jarak kekuasaan, melainkan melalui pendekatan yang humanis dan setara. Dengan menempatkan dirinya sejajar, Bupati Langkat mampu menciptakan suasana dialog yang lebih terbuka, jujur, dan penuh kepercayaan.

 

Pendekatan itu pun membuahkan hasil positif. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai, menandai berakhirnya konflik yang sempat menyita perhatian publik sekaligus membuka ruang rekonsiliasi yang lebih baik.

 

Apresiasipun hadir dari berbagai pihak, salah satunya disampaikan oleh Ketua Umum PB HIMALA, Muhammad Wahyu Hidayah, SH yang menilai langkah Bupati Langkat sebagai cerminan kepemimpinan yang solutif dan merangkul.

Baca Juga  Tanpa Fasilitas Latihan, Pembalap Langkat Tembus 5 Besar Astra Honda Dream Cup Sumut

 

“Bupati Langkat hadir bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai kunci perdamaian yang mampu menjembatani perbedaan. Keteladanan beliau yang melepaskan atribut kekuasaan dan duduk sama rata menjadi pesan penting bagi semua pihak,” ungkapnya.

 

Momentum ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya ditunjukkan melalui kewenangan, tetapi juga melalui ketulusan, kesederhanaan, dan keberanian untuk hadir setara di tengah masyarakat. Dalam suasana tanpa sekat itulah, perdamaian dapat benar-benar terwujud. (Ay29)