KOMADSU & FSM SUMUT Kecam Perusakan Baliho Puan Di Medan
2 min read
Medan || Intipos.com Salah satu tokoh Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara, Randi Permana Nasution & Tengku Ibrahim Bazhier mengecam keras tindakan perusakan baliho Puan Maharani di kota Medan.
Randi Permana Nasution menjelaskan, Kita ketahui bersama bahwa Ibu Puan Maharani adalah salah satu tokoh negara hari ini, upaya perusakan baliho masih menjadi hal utama paling mendasar untuk mengenalkan sosok kepada masyarakat luas, apalagi beliau hari ini juga salah satu tokoh negara yang diproyeksikan menjadi calon presiden pada 2024 mendatang.
Sangat miris apabila hari ini masih adanya terjadi perusakan baliho yang terjadi di kota Medan yang dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan nilai-nilai ber-demokrasi, namun hari ini dengan adanya persoalan ini sangat mencederai nilai nilai demokrasi di negara ini, Ungkap Ketua KOMADSU yang juga eks Kabid HMI Cabang Medan tersebut kepada awak media.
Tengku Ibrahim yang juga sebagai Koordinator Forum silaturahmi mahasiswa sumut (FSM sumut) mengatakan, Sangat disayangkan sekali ketika persoalan ini terjadi di negara ini terkusus Di kota Medan, Sebab tindakan tersebut sangat tidak mencerminkan warga negara medan yang menjujung tinggi nilai demokrasi dan semangat toleransi, Pungkasnya.
Kami menegaskan, perbedaan pendapat serta pilihan politik itu hal biasa, hanya karena perbedaan jangan sampai berujung pada tindakan yang merugikan pihak lain. “Berbeda pendapat atau berbeda pandangan secara politik itu hal biasa, jangan sampai menimbulkan perpecahan.
Atas persoalan ini harus menjadi perhatian khusus terkhusus bagi aparat penegak hukuman, para politisi dan seluruh warga negara. Aparat harus segera mengusut dan menangkap pelaku perusakan karena pelaku tersebut mencoba menghalang-halangi kebebasan berdemokrasi dan kebebasan ber ekspresi ,” pungkas Ibrahim.
Randi juga mengatakan insiden kehadiran ini tidak boleh lagi terjadi dinegara ini terkusus di kota Medan. Sebab Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai nilai demokrasi, setiap warga negara harus menghargai dan menghormati perbedaan.
Besar harapan kami, setelah kejadian ini agar kiranya menjadi pelajaran yang berharga bagi seluruh masyarakat untuk dapat menjunjung tinggi nilai nilai perbedaan. Jangan hanya berbeda pandangan politik, kita sebagai rakyat akhirnya terpecah belah dan Politisi juga harus mengambil pelajaran dari kejadian ini, ke depan harus lebih baik lagi mengedukasi para pendukung dan simpatisan partai masing-masing, pungkas Randi dan Ibrahim.
Apalagi kita tahu bersama pemilu 2024 semakitn deka , maka dari itu para politisi harus lebih baik dalam merekrut atau memberi pengetahuan politik kepada para calon pendukung mereka,” pungkas Randi
Agar diketahui, banyak baliho bertuliskan Puan Maharani sebagai Calon Presiden 2024 Banyak terpasang diberbagai sudut kota Medan. Sekedar Informasi Baliho tersebut dirusak orang tak dikenal di Jalan dekat Gerbang Tol Bandar Selamat.(RND)
