Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Kakek Sakka Solat Id Pakai Baju SMA, Wagub Sulsel Tergugah Untuk Membantu

2 min read

Contoh soal

INTIPOS | BONE – Kakek yang viral dimedia sosial karena mengenakan seragam Sekolah Menengah Atas (SMA) lengkap, baju putih dan celana panjang abu-abu saat shalat Idul Adha di Kabupaten Bone, 31 Juli 2020 lalu.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga Sakka berupa sembako dan pakaian yang dibawa langsung oleh Stafnya ke kediaman Sakka di Palattae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Rabu (5/8/2020).
Staf Wagub Sulsel, Arman mengatakan, mendapat perintah langsung dari wagub sulsel untuk membawakan bantuan kepada keluarga bapak Sakka.
“Hari ini kami membawakan bantuan kepada keluarga bapak Sakka. Alhamdulillah, bapak Sakka sangat senang dengan kedatangan kami,” ungkapnya.
Ia menyebutkan Wagub Sulsel,  Andi Sudirman Sulaiman sangat sedih melihat kondisi keluarga bapak sakka.
“Kami sedih melihat kondisi keluarga bapak Sakka. Reaksi istrinya pun sangat senang. Inilah kepuasan yang buat kami kuat dalam berbagi,”pungkasnya.
Keluarga Sakka sangat senang mendapat bantuan dari Wagub Sulsel. Bahkan Saking senangnya, Sakka pun langsung mengenakan pakaian barunya dan istrinya mencoba kenakan hijab bantuan dari Wagub. Tak lupa  mengenakan masker yang bergambar wajah Wagub Sulsel.
Sakka mengaku sangat senang dan menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian Wakil Gubernur Sulsel.
“Makasih banyak Pak Wagub atas perhatiannya,begini dulu (masker) punyaku tapi hilang di sawah, katanya.
Diketahui, Sakka hidup ditengah kemiskinan, dengan tinggal di rumah panggung tidak layak huni. Dinding rumahnya dari papan banyak yang bolong-bolong. Bahkan tiang kayu di rumahnya sudah lapuk.
Sakka hidup bersama istrinya, Sitti dan iparnya atau saudara istrinya. Di dalam rumahnya, kondisinya berantakan. Pakaian berserakan dikarenakan tidak adanya tempat penyimpanan atau lemari.
Kesehariannya, Sakka bekerja sebagai petani di sawah milik orang lain. Meski diusianya yang tua dan kurang baik pendengarannya, Sakka tetap bekerja. (rs)