Inspektorat Menteri ESDM Tinjau Quari SW Yang Diduga Ilegal
2 min read
Langkat || Intipos.com __ Kementrian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) perwakilan Inspektorat Sumatera Utara tinjau Quari (Galian Tanah Timbun) yang terletak Dusun IV Tambak Rejo, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, pada jumat (1/4/22) sekira Jam 14.30 WIB.
Adapun kedatangan pihak kementrian pertambangan ini, guna mencari keabsahan lahan yang masuk di titik koordinat milik PT Pandu Paramitra yang diduga diusahai seorang pengusaha berinisial SW secara ilegal.
Kegiatan survei lapangan ini berawal dari adanya pengaduan dari Hendrik Tampubolon selaku perwakilan PT Pandu Paramitra, bahwa ijin quari yang mereka punya duusahi secara ilegal oleh SW.
Tak hanya membuat pengaduan ke pihak Kementerin ESDM, Hendrik Tampubolon juga telah mengambil upaya hukum, berupa pengaduan ke pihak kepolisian Polres Langkat.
Dirinya juga mengatakan, bahwa sebelumya pihak PT Pandu Pramitra sudah berupaya melakukan langkah mediasi dengan SW, namun upaya tersebut di abaikan SW.
“Kami ingin masalah ini cepat di selesaikan agar kita bekerja pun nyaman, demi kelancaran pembangunan proyek Nasional di bawah naungan HKI (Hutama Karya Insfratruktur) dan menjadi pendapatan masyarakat setempat. Kita juga tidak menutup diri apabila pihak SW mau bekerja sama dengan kita, tapi jangan kayak gini la cara nya, dia ambil Laham kita tanpa ada koordinasi.” Cetus pria berdarah batak itu.
Masih kata Tampubolon, bahwa SW telah melakukan aktivitas galian di koordinat PT Pandu Pramitra berkisar tiga bulan lamanya.
Sementara itu ditempat yang sama, Posma selaku Direktorat Tekhnik Kementerian ESDM perwakilan Sumatera Utara bersama dengan Budi pihak Dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Utara belum bisa memutuskan hasil peninjaun.
“Kalau soal keputusan, kita belum bisa ambil bang karna ini kan sebatas peninjauan berdasarkan pengaduan dari pihak PT Pandu Paramitra ke Kementerian ESDM. Hasil tinjauan kita analisa dulu dan lapor ke pimpinan, setelah itu nanti baru kita ambil keputusan.” Beber Posma.
Ditempat yang sama saat dikonfirmasi awak media ini, pihak SW maupun pekerja lapangan nya tidak ada yang bisa memberikan keterangan. (Ay29).
