Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Harga BBM Pertamax Naik, BBM Pertalite di SPBU Sumsel Sulit Didapat

2 min read

Palembang | Intipos.com – Mulai sulit didapat BBM jenis Pertalite dalam sebulan terakhir ini di setiap SPBU pasca Pemerintah menaikan harga BBM jenis Pertamax untuk di wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Sumsel, ternyata begini alasannya.

 

Beberapa manager SPBU yang ada di Sumsel yang sempat diajak berbincang dengan wartawan media ini dijelaskan bahwa, untuk BBM jenis Pertalite saat ini tidak langka, tapi volume pengguna BBM jenis Pertalite terus ningkat.

 

Meningkatnya penggunaan BBM jenis Pertalite itu, efek Pemerintah naikan harga BBM jenis Pertamax dari Rp 12.650 menjadi Rp 16.650 perliter. Sedangkan harga BBM jenis Pertalite tak berubah, hingga mereka beralih pada BBM jenis Pertalite, ujarnya kemarin.

 

Permasalahan berikutnya terang dari salah seorang manager SPBU di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, ini bukan langka, tetapi selama ini Kouta BBM jenis Pertalite tempat bekerja awalnya 8 kali 3 KL, namun lama habisnya, pihaknya hanya diambil 8 kali 2 KL saja dan sisa Kouta BBM jenis Pertalite itu dialihkan ke SPBU di tempat lain yang membutuhkan.

Baca Juga  Aspal Jalan Rp10,9 Miliar di Bone Rusak Kurang dari Enam Bulan, PPK Akui Lemah Pengawasan

 

“Efek harga BBM non subsidi jenis Pertamax dinaikan, maka mereka beralih makai BBM jenis Pertalite, sedang Kouta yang ada hanya 8 kali 2 KL saja dan sisa Kouta itu tak bisa lagi diambil oleh pihak Pertamina, jadi Kouta yang ada ini 8 kali 2 KL”, bebernya.

 

Masih menurutnya, yang biasanya yang begini tak lama lagi ada kebijakan dari Pemerintah dan akibat reaksi masyarakat pemakai BBM jenis Pertalite bergejolak.

 

“Tapi tidak mungkin SPBU untuk nambah Kouta BBM jenis Pertalite kecuali ada yang Kouta BBM jenis Pertalite di SPBU ngurangi Kouta, sepertinya hal itu tidak mungkin terjadi, tutupnya sembari pesan untuk jatidirinya tidak ditulis dalam pemberitaan.

Baca Juga  GASIKINDO Angkat Dugaan Alih Tangan Mobil Perumda Bone, Benarkah Sudah Kantongi Persetujuan?

 

Yona (52) biasa pemakai BBM jenis Pertalite yang sempat berbincang dengan wartawan di salah satu SPBU di Banyuasin menjelaskan dirinya sempat kaget ketika mengantri mau ngisi BBM jenis Pertalite, pas jadwalnya BBM oleh operator dikatakan habis.

 

“Sehari kemarin saya sempat dua kali ikut mengantri di dua SPBU berbeda diwilayah Kabupaten Oku Timur, juga di SPBU di Kabupaten Banyuasin, pas pada gilirannya, kata operator habis dan akhirnya saya membeli eceran BBM jenis Pertalite yang harganya sama dengan BBM non subsidi”, ucap Dia dengan nada kesal.

 

Hingga beritanya ditayangkan di media ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah maupun dari Pertamina terkait pengguna BBM jenis Pertalite mulai sulit di dapatkan.(waluyo)