Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Hadiri PIISU 2025, Bupati Taufik : Asahan Siap Jadi Daerah Ramah Investasi

2 min read
Bupati Taufik Hadiri PIISU 2025

Bupati Taufik Hadiri PIISU 2025

 

Asahan | Intipos.com – Visi Pemkab Asahan untuk mewujudkan daerah yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan juga mendapat ruang aktualisasi. Insentif fiskal dipandang sebagai instrumen penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, mendukung pengembangan kawasan industri, memperkuat UMKM, serta mempercepat hilirisasi hasil perkebunan. Seluruhnya diarahkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya mengejar angka, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.

 

“Kami menyambut baik kebijakan insentif pajak ini. Bagi Asahan, insentif ini bukan sekadar keringanan fiskal, tetapi pemicu lahirnya investasi yang berkualitas. Kami ingin investasi masuk ke sektor produktif, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan pelayanan publik yang terus kami perbaiki, kami pastikan Asahan siap menjadi daerah yang ramah investasi,” tegas Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si.saat menghadiri Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) 2025 yang dibuka langsung Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan dihadiri oleh seluruh Bupati /Walikota se-Sumatera Utara, Pimpinan BUMN/BuMD, Pelaku Usaha, serta ratusan pelajar bertempat di Lapangan Istana Maimun, Medan, (20/8/2025).

Baca Juga  Tiga Inovasi Cemerlang Peserta Magang Kemenaker, Siap Perkuat Pembinaan dan Kesehatan WBP di Lapas Lubuk Pakam

 

Kebijakan pemberian insentif pajak daerah yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini membuka peluang bagi kabupaten/kota untuk memberikan keringanan pajak, seperti BPHTB, kepada pelaku usaha. Potongan pajak tersebut tidak akan membebani keuangan daerah karena diganti kembali oleh Pemprov dalam bentuk Barang Kena Pajak (BKP). Langkah ini dipandang sebagai strategi konkret untuk mempercepat realisasi investasi senilai Rp53 triliun, sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 6,8%–7,2%.

 

Bagi Kabupaten Asahan, kebijakan ini sejalan dengan arah pembangunan yang menempatkan sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Insentif fiskal diharapkan menarik investor baru sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal. Dengan masuknya modal, nilai tambah produk daerah dapat ditingkatkan, rantai pasok diperluas, dan lapangan kerja baru tercipta sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

Baca Juga  Sambut 1448 Hijriah, Reuni Putra Putri Gang Jeruk Kelurahan Mutiara Berlangsung Sukses

 

Selain fokus pada investasi, PIISU 2025 turut mengusung agenda inklusi keuangan dengan gerakan menabung pelajar. Program ini selaras dengan misi Pemkab Asahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Literasi keuangan sejak dini diharapkan mampu mencetak generasi yang inovatif, mandiri, dan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi berkelanjutan.

 

Pada acara tersebut turut mendampingi Bupati Asahan diantaranya Kepala Bapperida, Kepala BKAD/Bappenda, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan.Demikian dikutip dari rilis resmi Kominfo Kabupaten Asahan pada kamis, (21/8/2025).(Intipos.RS)