23 Februari 2024

Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Gagarin Berikan Klarifikasi Terkait Isu Mengkhianati Para Ulama

2 min read
Gagarin Berikan Klarifikasi

INTIPOS | PACITAN –  Bakal calon wakil bupati (Bacawabup) Pacitan dari Partai Golkar di terpa isu miring paska dirinya beberapa waktu lalu telah di Baiat oleh PWNU Jawa Timur.(Gagarin Berikan Klarifikasi )

Hal tersebut membuat Gagarin angkat bicara dan menyampaikan klarifikasi seputar sejumlah isu yang beredar di masyarakat.

“Setelah saya itu ada ketetapan dari induk partai saya DPP Partai Golkar, bahwa Golkar koalisi dengan Demokrat, akhirnya saya sebagai kader partai bagaimanapun juga harus mengikuti arahan, padahal sebelumny a jujur saya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa partai, PDIP, Nasdem, PKB, termasuk saya diundang oleh PWNU Jatim,”ucap Gagarin usai mengikuti Kampanye Pengunaan Masker pada Pilkada 2020, Kamis (10/09/2020).

Menurutnya Undangan PWNU Jatim tersebut adalah untuk diadakan baiat terkait dengan loyalitas kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Baca Juga  Cegah Penyebaran Penyakit DBD Lapas Pemuda Langkat Lakukan Fogging

“Dan itu sudah saya lakukan yang isi baiatnya kurang lebih lebih sama seperti yang saya lakukan seperti selama saya jadi Dewan, jadi tinggal meneruskan dan tinggal meningkatkan,”jelasnya.

baca juga : Ketua HKTN Pertanyakan Surat Ke Bupati dan DPRD Banyuasin

Terkait munculnya berita yang menyebutkan dirinya berbenturan dengan ulama dan kiyai, Gagarin meluruskan anggapan yang telah beredar di masyarakat saat ini.

“Terkait dengan ada berita-berita yang menyatakan saya berbenturan dengan ulama dan kiyai, Melecehkan apa, melecehkan hasil baiat dari kiai PWNU Jawa Timur, itu sebenarnya pada waktu baiat itu saya sudah konfirmasi kepada sekretaris PWNU Jatim, bapak Profesor KH Zakki (Prof Akh Muzakki), disitu kami diperbolehkan, karena ini adalah baiat kepada keluarga NU lewat PWNU Jatim,”jlentreh pria yang juga Wakil Ketua DPRD Pacitan tersebut.

Baca Juga  Tim Monev Divisi PAS Sidak ke Lapas Pemuda Langkat

baca juga : https://siberindo.co/11/09/2020/menag-imbau-warga-di-zona-merah-ibadah-di-rumah/

Setelah muncul berita seperti itu, dirinya lantad menelepon Prof Zakki untuk membantu komunikasi dengan keluarga besar NU.

“Saya juga telepon kepada pak Prof Zakki, tolong kami dibantu mengkomunikasikan dengan keluarga besar NU Jatim khususnya Pacitan, bahwa yang saya lakukan itu tidaklah melecehkan satu partai dan beliaunya mengiyakan, karena baiat yang dilakukan merupakan bentuk loyalitas kepada NU,”ujarnya.

Sedangkan kader NU itu memang ada dimana-mana tapi harapannya jangan kemana-mana.

“PWNU Jatim mengharapkan seperti seperti apa yang disampaikan saat baiat. Saya sampaikan salam hormat kepada para kiai-kai termasuk ketua PWNU Jatim yaitu bapak KH Marzuki Mustamar semua anggapan dan pemberitaan jika saya benturan dan nelecehkan para ulama,itu tidak benar,”pungkasnya.(tyo)