Suntik imunisasi bias

INTIPOS | BANYUASIN –  Sempat geger dikalangan wali siswa yang putra-putrinya sedang duduk dikelas 1,2 dan 3 SD diwilayah Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Pasalnya, ditempat putra-putrinya sekolah sedang dilakukan pelayanan kesehatan dengan diberikan minum obat cacing serta suntikan rutin bulanan imunisasi anak sekolah (bias) yang disangka diselenggarakan penyuntikan vaksin covid.

Wali siswa kelas 2 yang meminta namanya tidak disebut dalam pemberitaan mengaku sempat punya rasa was-was dengar kabar ditempat sekolah anaknya sedang diadakan penyuntikan dan sepulang sekolah anaknya bilang kalau tanganya terasa ngilu sesudah disutik sudah itu disuruh minum obat.

Karena kata ibu muda itu, saat ini sedang heboh masalah covid dan pihak sekolah juga ketika para siswa dilakukan penyuntikan tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada wali siswa dan anak-anaknya pun sepulang sekolah ditanya baru dilakukan sutikan covid, bilangnya.

baca juga : Asik Mancing, Tiga Orang Disapu Ombak Satu Selamat Satu Meninggal Satu Dalam Pencarian

Petugas Kesehatan Desa setempat saat dijumpai media ini ditempatnya bertugas membenarkan kalau pihaknya sedang memberikan suntik BIAS atau imunisasi bias dan memberi minum obat cacing dan itu rutin setiap tahun dilakukan pihak sekolah dan medis terutama bagi siswa kelas 1,2 dan kelas 3.

“Tidak benar kalau ada kabar penyuntikan vaksin covid, itu mungkin karena saat ini sedang viral info masalah corona saja dan yang benar penyuntikan yang dilakukan kemarin itu hanya suntik Bias atau imunisasi bias dan Minum Obat Cacing”, tegasnya.

baca juga : https://siberindo.co/16/09/2020/jika-prabowo-mau-nyapres-lagi-nah-ini-saran-dari-arief-poyuono/

Noercholis, salah seorang Kepala Sekolah di wilayah Kecanatan Suak Tapeh saat dijumpai dikediamannya dengan tegas bahwa disekolah yang dipimpinya Tidak Ada penyuntikan Vaksin Covid, yang ada kemarin itu Imunisasi BIAS dan memberikan minum Obat Cacing.

Kalau ada kabar dari para wali siswa yang was-was dari kegiatan itu hanya GAGAL PAHAM saja dan kepada wali siswa yang hadir mengantarkan anaknya kesekolah pun telah diberitau, kalau informasi yang disampaikan oleh siswa kepada orang tuanya, mungkin bisa saja berubah, maka ada wali siswa yang tidak hadir dalam giat ini punya rasa was-was itu, jelasnya seraya menambahkan pihaknya juga belum menerima infirormasi akan diadakan suntikan vaksin covid itu disekolah-sekolah.(waluyo)