Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Cegah Banjir, TPL Bangun TPT Sepanjang 30 Meter

2 min read
Toba Pulp Lestari (TPL) Bangun TPT Sepanjang 30 Meter

Toba Pulp Lestari (TPL) Bangun TPT Sepanjang 30 Meter

Toba | Intipos.com – Toba Pulp Lestari (TPL) kali ini kembali serah terimakan dukungan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah operasionalnya di Desa Tangga Batu I, Kecamatan Parmaksian,  Kabupaten Toba, Rabu (08/2/2023).

Tembok Penahan Tanah (TPT) tersebut yang dibangun di dua lokasi Desa Lumban Sitorus masing-masing 15 meter dengan total 30 meter yang digunakan untuk menahan gerusan tanah masuk ke area persawahan masyarakat. Dukungan TPT ini diserahkan langsung oleh Community Development (CD) Officer Hema Butar-butar dan Maria Pasaribu, serta Stakeholder Relation Mill (SHRM) Officer/Humas, Ramson Simamora dan Suarno Simatupang kepada Pemerintah Desa Lumban Sitorus.

Baca Juga  Ketua Tim Komisi VII DPR RI dan Gubsu Kunjungi Paviliun Kabupaten Asahan di PRSU 2026

Community Development (CD) Officer, Hema Butar-butar mengatakan, Sebelumnya aliran air sungai Sisuhar-suhar meluap ketika hujan deras terjadi pada akhir tahun 2021 lalu, menyebabkan banjir sehingga merusak persawahan masyarakat.

“Tujuan dibangunnya dukungan TPT ini untuk mencegah terjadinya longsor yang bisa mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat, terkhusus petani menjalankan aktivitasnya. Harapannya dengan TPT ini masyarakat tidak perlu khawatir lagi apabila air meluap dan tanah longsor masuk ke area persawahan mereka,” ujar Hema.

Sementara itu, Kepala Desa Lumban Sitorus, Jisman Sitorus, mengapresiasi kepedulian perusahaan melalui dukungan yang diberikan kepada masyarakatnya sehingga tidak lagi khawatir jika hujan lebat kembali datang.

Baca Juga  Disorot Warga, Jembatan Proyek Rp16,5 Miliar Akhirnya Dibongkar, Kabid Enggan Menjawab Soal Pengawasan

“Permohonan kami kepada perusahaan TPL untuk pembangunan TPT direspon dengan baik, sehingga dapat meminimalisir terjadinya banjir di jalan ketika musim hujan tiba, selain itu untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Aktivitas pertanian masyarakat pun dapat kembali normal dan roda ekonomi pun dapat kembali berjalan,” pungkasnya. (Arv)