Calon kapolri

INTIPOS | JAKARTA – Presiden Jokowi dikabarkan sudah mengajukan Komjen Sulistyo Sigit Prabowo kepada DPR sebagai calon Kapolri pengganti Idham Azis.

 

Pilihan Presiden ini sangat tepat untuk menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat sekrang ini. Karena Komjen Sigit dikenal sebagai sosok figur polisi yg santun, ramah, komunikatif dan sejuk.

Akpol lulusan tahun 1991 ini pernah tugas di Sulawesi Tenggara dan meninggalkan kesan yg sangat positif di daerah itu.

baca juga : Angka Laka Lantas Di Polres Pacitan Sepanjang Tahun 2020 Turun 20 Persen

Saat jadi Kapolda Banten juga, kendati awalnya sdikit mendapat reaksi penolakan dari sekelompok masyarakat, namun pada akhirnya harus diakui bahwa kepemimpinannya di Polda Banten sangat damai.

Di bawah komando Sigit, Bareskrim banyak mengungkap sejumlah kasus besar yang menyedot perhatian publik. Tak hanya itu, pembenahan internal juga terus digalakan di tubuh reserse tersebut.

Bareskrim juga mengawal seluruh kebijakan pemerintah dengan membentuk beberapa Satuan Tugas (Satgas), diantaranya Satgas Pangan, Satgas Migas, Satgas Kawal Investasi.

Kemudian penanganan kasus korupsi, jajaran Bareskrim Polri tercatat menyelamatkan uang negara sebesar Rp 310.817.274.052. Jumlah tersebut merupakan hasil penanganan dari 485 perkara korupsi yang ditangani pada tahun 2020.

Serta sederet Kasus yang berhasil di ungkap oleh jajaran yang Ia pimpin, ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Polri yang akan memiliki pimpinan yang memiliki segudang prestasi.

baca juga : https://siberindo.co/14/01/2021/cavailero-selamatkan-fulham-dari-kekalahan-tahan-tottenham-1-1/

Kita berharap tidak ada lagi pihak yang mempersoalkan keyakinan dari Komjen Sigit menjadi calon kapolri, karna disamping Ia adalah figur yang miliki karakter toleransi tinggi dan teruji, juga yang perlu dicata bahwa kepemimpinan di Polri adalah profesional, bukan berdasarkan agama. Apalagi dalam sejarah republik kapolri non muslim baru pertama kali tahun 1970 an dan Komjen Sigit insya allah akan jadi orang kedua Kapolri yang non muslim.

Tapi sekali lagi, jabatan kapolri bukan jabatan kepentingan ideologi dan agama tertentu. Hadir sebagai figur pencipta kedamaian, pencipta kesejukan dalam masyrakat, penegakkan hukum dan perlindungan masyarakat yg heteregon di bangsa ini. Dan sekali lagi, sosok itu ada pada diri Jend Pol Sulistyo Sigit.(tyo)