30 Oktober 2026

Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Bupati Asahan Tak Tahu Soal Bimtek 177 Desa, Janji Copot Kadis PMD Jika Terbukti Bersalah

2 min read

Intipos.com, Asahan – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Peduli Reformasi (GEMPPAR) menggeruduk Kantor Bupati Asahan, Kamis (29/10/2026) sekira pukul 11.10 WIB.

Kedatangan massa untuk mendesak Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar agar mencopot Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Asahan, Darwinsyah Lubis dan Kepala Bidang PMD.

Aksi tersebut sempat dihalang oleh Satpol PP Asahan dengan alasan Bupati sedang menerima tamu dari Kementerian.

“Kami datang ke sini meminta Bupati Asahan untuk segera mencopot jabatan Kadis dan Kabid PMD Asahan. Kami menduga kedua pejabat tersebut melakukan korupsi dan kolusi secara berjamaah dengan menyuruh atau mengarahkan seluruh Kepala Desa untuk melakukan Bimbingan Teknis di luar daerah dengan menggunakan Alokasi Dana Desa,” tegas Ketua GEMPPAR Asahan, Raihan R Panjaitan dalam orasinya.

Raihan juga menduga istri Bupati Asahan terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami menduga istri Bupati Asahan, Yusnila Indriati Taufik terlibat dalam pengarahan Bimtek yang dilakukan Dinas PMD Asahan pada 177 Desa se-Kabupaten Asahan. Karena itu merupakan Bimtek TP PKK Asahan,” katanya.

Sementara itu Koordinator Lapangan aksi, Arman Siregar menilai Bimtek tersebut tidak memiliki urgensi bagi masyarakat desa.

“Diduga Bimtek menyangkut pencegahan narkotika di tingkat desa tidak memiliki urgensi dan manfaat bagi masyarakat desa. Karena seharusnya itu menjadi tugas BNNK Asahan. Tapi kenapa tidak dilakukan sosialisasi ke desa oleh BNNK dikarenakan mereka memiliki dana hibah yang cukup besar,” teriak Arman.

Karena tidak mendapat tanggapan dari Pemkab Asahan, massa kemudian melakukan aksi sweeping di dalam Kantor Bupati Asahan. Aksi tersebut kembali dihalangi petugas Satpol PP sehingga sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara massa dengan petugas.

“Emangnya acara tersebut penting. Sehingga kami tidak bisa menemui Bupati Asahan. Kenapa kami dilarang untuk menemui pemimpin kami. Menerima tamu dari Jakarta bisa, masa menerima tamu rakyat sendiri tidak bisa,” teriak Arman.

Melihat situasi memanas, petugas Kepolisian Polres Asahan turun melerai dan meminta massa untuk tenang sambil menunggu Bupati Asahan menemui massa.

Tidak lama kemudian, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar menemui langsung massa aksi. Di hadapan massa, Bupati mengaku tidak mengetahui adanya Bimtek yang dilakukan TP PKK Asahan pada desa-desa.

“Ketua TP PKK Asahan memang istri saya. Tapi istri saya tidak mengetahui adanya Bimtek tersebut. Bahkan tembusan acara Bimtek tidak ada saya lihat di meja kerja saya,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan akan memerintahkan Inspektorat Asahan untuk memeriksa Kadis dan Kabid PMD Asahan.

“Nanti akan saya perintahkan Kepala Inspektorat untuk segera memeriksa Kadis dan Kabid PMD. Jika mereka terbukti bersalah, akan saya copot mereka sekarang,” kata Bupati.

Bupati juga mengaku tidak mengetahui Event Organizer pelaksana Bimtek tersebut.

“Jangankan istri saya selaku Ketua TP PKK Asahan. Saya saja Bupati Asahan tidak mengetahui adanya acara Bimtek sosialisasi Narkoba dan Life Skill masak-memasak yang dilaksanakan di Medan yang diikuti oleh desa-desa,” jelasnya.

Bupati berjanji akan memberikan kepastian dalam tujuh hari kerja.

“Pokoknya dalam tujuh hari kerja, kalian akan mendapatkan jawaban kepastian dari persoalan ini. Kalian tunggu saja selama seminggu jadwal kerja,” pungkasnya.

Puas mendengarkan jawaban Bupati Asahan, massa GEMPPAR kemudian melanjutkan aksinya ke Kantor Inspektorat Asahan.(AS)