Media Berita Online Lugas – Tegas – Terpercaya

Bobby Nasution Bersama Tujuh Kepala Derah se-Kawasan Danau Toba Bersiap Sambut Kedatangan Asesor UNESCO

3 min read
Bobby Nasution Bersama Tujuh Kepala Derah se-Kawasan Danau Toba

Bobby Nasution Bersama Tujuh Kepala Derah se-Kawasan Danau Toba

 

MEDAN | Intipos.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama tujuh kepala daerah se-kawasan Danau Toba menyiapkan laporan revalidasi Kaldera Toba UNESCO Global Geopark Tahun 2025. Persiapan dilakukan untuk menyambut kedatangan para asesor UNESCO ke sejumlah geosite yang ada di Kawasan Danau Toba.

 

Hal itu disampaikan Bobby Nasution saat rapat Revalidasi Kaldera Toba UNESCO Global Geopark di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nonor 30 Medan, Senin (30/6). Rapat tersebut dihadiri tujuh kepala daerah yakni Bupati Samosir, Tapanuli Utara (Taput), Toba, Simalungun, Dairi, Karo, dan Humbanghasundutan (Humbahas), pimpinan OPD Pemprov Sumut, serta instansi vertikal lainnya.

 

Bobby berharap pada pertemuan ini seluruh daerah yang ada di Kawasan Danau Toba dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, untuk mendukung seluruh tahapan proses revalidasi secara terpadu.

 

“Tahun ini kami berupaya untuk bisa meraih kembali Green Card. Kalau boleh tadi ada empat rekomendasi yang kita ketahui bersama tadi untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

 

Diketahui, pada rapat tersebut dilaporkan bahwa terdapat empat rekomendasi dari UNESCO untuk Kaldera Toba, diantaranya, perlunya penelitian berkelanjutan dan peta geologi, peningkatan visibilitas di seluruh wilayah geopark dengan panel informasi yang mudah dipahami oleh masyarakat, memperkuat eksistensi warisan budaya, dan keaktifan badan pengelola menyelenggarakan event nasional dan internasional.

Baca Juga  Asahan Tuan Rumah Bakti Sosial Peringatan HKG ke 54 Tingkat Provsu

 

Bobby juga menyarankan kepada seluruh daerah dan instansi terkait, agar terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan ini. Seperti keluhan yang disampaikan oleh kepala daerah tentang kebiasaan masyarakat melakukan pembakaran di sekitar area geosite, harus jadi perhatian bersama. “Oleh karena itu edukasi tetap dilakukan, serta perlu adanya pendampingan dari pihak kepolisian,” ucapnya.

 

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPB/Bappenas, Mineral, Togu Santoso Pardede mengatakan geopark merupakan program resmi UNESCO yang dibentuk pada tahun 2015. Geopark memiliki potensi warisan geologi (geosite) yang bernilai yaitu geoheritage, geodiversity, biodiversity, dan culture diversity. Oleh karena itu perlunya memahami, menjaga, dan mencintai warisan yang ada di tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba.

 

“Saat ini terdapat 229 UNESCO Global Geopark (UGGp) di 50 negara di dunia. Jumlah UGGp terbanyak ada di Tiongkok 49 UGGp, Spanyol 18 UGGp, Indonesia 12 UGGp, Italia 12 UGGp, dan Jepang 10 UGGp,” sebutnya.

Baca Juga  Keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional, Rutan Tanjung Pura Laksanakan Panen Ayam Kampung dari Lahan Ketapang

 

UGGp diharapkan dapat berkontribusi untuk mencapai SDGs melalui geowisata berkelanjutan. Selain itu kegiatan ekonomi yang didorong oleh masyarakat lokal yang tidak hanya mengasilkan lapangan kerja dan pendapatan juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan berkelanjutan terhadap warisan bumi.

 

General Manager Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Global Geopark (BPTCUGGp) Azizul Kholis menyebutkan revalidasi Kaldera Toba akan dilakukan pada 21-25 Juli 2025. Para asesor atau validator akan tiba melalui Bandara Silangit. Mereka berencana akan mengunjungi sejumlah tempat di Kawasan Danau Toba seperti Taman Eden, juga melakukan kunjungan ke Samosir untuk melihat sejumlah geosite. Para validator juga akan menuju Merek-Sipiso-piso-Tongging, dan kembali ke Kota Medan.

 

Validator/asesor yang akan hadir dijadwalkan yakni Jose Brilha (Portugal) dan Jeon Yong Mun (Korea Selatan). Pada acara itu juga Gubernur Sumut bersama tujuh kepala daerah se-kawasan Danau Toba juga melakukan penandatangan perjanjian komitmen mendukung revalidasi dan keinginan pengelolaan Toba UNESCO Global Geopark. (RR)